Enjoy reading and i hope you like it :)
“Hai.Kau tak membawa topi?Lupa ya?” Tanyanya dengan senyum
tulus, aku yakin senyum itu benar-benar tulus,bukan senyum anak laki-laki yg
mengejek karena aku tidak membawa topi,bukan sungguh aku yakin dia baik.Dan
matanya itu loh membuatku terpesona,ya ampun.Sepertinya dia orang bule
“Eh,Hei.Iya aku lupa.” Jawabku sambil membalas senyumannya. Lalu dia
menyodorkan padaku sebuah topi, dan aku memandangnya dengan tatapan tanya,
“Ini,kau pakai saja daripada nanti kau dihukum kan malu.” Katanya sambil
memakaikan topi itu dikepalaku dan aku hanya bengong, sebengong-bengongnya.
“Lalu bagaimana denganmu nanti?” Kataku tak yakin dengan apa yg dia lakukan
padaku. “Aku?tak perlu khawatir,aku malah tak tega melihat kau,perempuan manis
yg terlihat rapi segalanya dan bintang pelajar selama 2th,berdiri didepan
anak-anak 1 sekolahan dan menanggung malu, itu sungguh kejam ditambah pula jadi
bahan ejekan dan cacian guru.” Jelasnya panjang lebar tapi tetap tersenyum. Ya
aku pikir dia benar tapi apakah harus dia yg jadi korban demi ku, ehm maksudku
demi reputasiku sebagai bintang pelajar?
“Anak-anak yang masih berada diatas segera turun,dimohon,upacara akan segera dimulai.” Terdengar suara guru piket mengumumkan untuk kedua kalinya bahwa upacara akan segera dimulai.”Kau yakin kau tak apa-apa jika dihukum nanti, aku tak mau kau malu hanya gara-gara aku.” Kataku sambil berjalan menuju lapangan. “Ya,tentu saja aku yakin,hem,by the way aku..” Saat dia mau memperkenalkan namanya tiba-tiba tanganku ditarik “Sampai jumpa nanti, kami butuh bicara dengannya.” Kata Aldira kepada lelaki yg tadi meminjamiku topi,dia hanya membalas dengan senyum.
“Ada apa sih,kenapa kalian tergesa-gesa begitu?” Kataku. “Hehe- kami panik habisnya kau tak muncul juga dilapangan,makanya kami mencarimu karena hari ini yang piket Miss.Leyra,kau taukan dia sangat membenci orang yang terlambat datang kelapangan dan akibatnya.. Kau tau sendiri.” Kata Giovanni panjang lebar. Ya,tentu aku tau persis guru-guru yg ada di sekolah ini karena sudah hampir 3th aku disini,aku tau guru mana yg monster dan mana yg baik sekali berhati mulia juga termasuk guru yg matre.“Iya,aku tau dan tapi sekarang aku sudah dapat topi,mari kita kelapangan sekarang.” Kataku sambil berlari dan langsung berbaris.Aldira dan Giovanni menatapku dengan heran lalu mereka berdua saling tatap dan menuju kebarisan kelas kami.
Bu Nanda berjalan menyusuri tengah barisan setiap kelas dan saat dia kembali kedepan podium,dia membawa anak yg tidak mematuhi peraturan upacara ya,apalagi kalau bukan tidak lengkap atributnya,dan sepertinya kudengar jantungku seperti gendang yg mau perang,ya,karena kulihat dia,orang yg dibawa oleh Bu Nanda adalah lelaki yg tadi meminjamiku topi,si Bule bermata biru,ya ampun.“Hei,ngeliatinnya biasa aja kali.” Kata Faiz,yg berada disebelahku.Aku memang tidak biasa melihat lelaki itu,karena aku melihatnya dengan mata seperti mau copot atau bisa dibilang melotot.”Suka-suka dong!” Kataku jengkel,bagaimana tidak kesal,Faiz mengatakan kalimat tadi dengan suara cukup keras yg menimbulkan barisan lain menoleh ke arahku.Dasar menyebalkan!Bukan apa-apa tapi aku takut dikira ada hubungan sama lelaki mata biru itu.”Anak-anak kalian jangan mencontoh anak yg berada dihadapan kalian sekarang,tidak disiplin,ini mencemarkan nama baik sekolah kita yg sudah masuk standar international.. bla bla bla.” Begitulah Bu Leyra ceramah aku tak mendengarkan kalimatnya yg lain,aku bosan,jenuh,merasa bersalah, harusnya aku yg dihukum bukan dia,tapi.. ah sudahlah’kutukku dalam hati.Selesai upacara aku langsung berjalan,sampai-sampai aku lupa telah meninggalkan sahabatku dilapangan dan jadilah mereka mencariku.Sampai dikelas aku duduk dan meletakan topi itu diatas meja ,tenggorokan ku rasanya seperti habis hujan-hujanan,kering dan sakit.Aku memutuskan untuk pergi kekantin masih sendiri dan kulirik jam tangan waktu menunjukan pukul 07.13 masih ada waktu sekitar 15 menit.Aku segera turun sambil membawa topi tadi,siapa tau aku bisa bertemu lelaki itu dan kenalan,juga tak lupa meminta maaf dan benar benar mengatakan ‘maaf’.Kantin terlihat ramai,aku memutuskan untuk membeli minuman dikonter minuman ‘Fresh Drink’ ya itu salah satu nama konter minuman disekolahku,aku memesan minuman yg kurasa cocok untuk tenggorokan ku,akhirnya ku pesan ‘berry cobbler’ setelah memesan itu aku langsung duduk di bangku dengan pasangan meja yg kosong,tiba-tiba “Dor! Kau kemana aja sih? Kita mencarimu daritadi tahu.” Semprot Aldira dengan muka manyun, “Eh,iya aku tadi terburu-buru kekantin karena haus sekali.” Jawabku sekenanya.”Akh yg benar? Bukan untuk mencari lelaki bule tadikan?” Ledek Giovanni,aku hanya tersenyum kecil.”Atau jangan-jangan kau sudah jadian?” Ditambah lagi ledekan dari Aldira sambil tertawa bersama Giovanni,aku hanya tersenyum lagi.
“Treeettt Treeett ..” Bel berbunyi itu tanda jam pelajaran akan segera dimulai.”Jam pertama B.Mandarin,menyebalkan!” Gerutuku,aku tidak suka pelajaran ini karena gurunya yg mengajar sering menjadikan aku dan teman-temanku sasaran ejekannya.Dia pikir itu lucu apa! Sama sekali tidak. “Pak Adi hari ini mengajar kita,sepertinya aku sudah mual duluan sebelum mendengar celotehnya yg sama sekali tidak lucu!” Ucap Gio. “RT pake BANGET Gi!” Jawabku. “Haha~” Suara Aldira tertawa.Ku ambil buku diloker dan tak lupa alfa-link dengan 99 bahasa.Aku sangat suka alfa-link ku karena disitu memuat 900 lagu mp3 maupun video mp4 juga dengan 35 games yg sedang ngtrend,dengan earphone berwarna putih.Setelah kuambil perlengkapan aku kembali kekelas, tapi aku bertemu lelaki tadi si mata biru, seketika langkahku terhenti dan lupa tadi tujuanku mau kemana, “Hai” Sapanya padaku, “Ehm,Hai juga.” Balasku. “Yang tadi thanks sangat loh.” Lanjutku. “Ya,Woles..” Jawabnya datar.”Hai! sedang apa kalian disini?” Tiba-tiba suara Bu Nanda mengagetkan kami. “Eh,ehm.. Bu maaf saya..” Kataku coba membela diri,namun tetap saja aku dan lelaki bule itu dibawa keruang BK (Bimbingan Konseling) .Setelah ditanya-tanya dan aku kena kasus pacaran diloker pada saat jam pelajaran padahal kami tidak pacaran,malahan baru kenal dan belum sempat mengucap nama masing-masing. Dasar guru yg menyebalkan! Kami dipersilakan untuk masuk kekelas masing-masing dan diperjalanan menuju kelas kami diantara aku dan lelaki bule itu tak mengeluarkan sepatah katapun. Saat aku sampai kelas lebih dahulu,dia memegang bahuku dan berkata “Sorry.” Sambil pergi meninggalkanku.Aku hanya terdiam,saat aku masuk kelas ternyata kelas sangat ramai dan Pak Adi tidak mengajar ,dia tidak ada dimeja guru berarti dia absen hari ini dikelasku, baguslah jadi aku bisa bersantai dan tak kena omelan dari guru dua kali,cukup sekali bagiku jangan ada lagi omelan guru yg meluncur padaku.Dikelas aku langsung duduk dan tak bicara pada siapapun maupun sepatah katapun,aku sedang mengalami stres pasca terauma (bisa dibilang).Bahkan aku masih sempat mengutuk diriku saat ini gara-gara aku lupa bertanya namanya dan kelas berapa dia disini.Ya,ampun aku sudah sedikit gila mungkin.Sahabatku yg melihat ekspresi wajahku sadar dan mereka tau bahwa saat ini aku lagi gak mood untuk diajak ngobrol/bercanda,dan mereka ,memahaminya sehingga tak mengajakku bicara.Saat istirahat aku ikut kekantin tapi aku tidak memesan apapun, aku hanya menemani Gio dan Dira makan. “Hari ini apa kau punya masalah yg berat? Bisakah kau ceritakan pada kami?” Ucap Dira membuka pembicaraan memecah kesunyian diantara kami bertiga yg sangat jarang bahkan tidak pernah terjadi. ”Akh,aku pikir aku tak punya masalah,sungguh.” Jawabku. “Tidak kau bohong Kyrey,kami bisa melihat dari sikapmu hari ini,ceritalah pada kami!” Bantah Gio. “Hem,aku hanya sedang berpikir bagaimana aku bisa lupa membawa topi tadi pagi.” Jawabku sekenanya. “Akh,soal itu mah tak usah kau pikirkan kan tadi ada pahlawan mu yg menyelamatkanmu.” Canda Gio,disertai anggukan Dira yg bertanda dia setuju dengan apa yg dikatakan Gio padaku dan sungguh aku bersyukur mereka tak mengetahui masalahku yg sebenarnya,jika mereka tau maka akan tambah rumit jadinya.Lalu kami tertawa dan memulai topik-topik lainnya seperti film baru dibioskop,wahana permainan yg seru, tempat rekreasi, juga fashion yg sedang ngtrend.Rasanya aku bahagia dan melupakan kejadian yg kupikirkan sama rasanya seperti aku sedang chat dengan Jevieza Efrayim hehehe.
“Anak-anak yang masih berada diatas segera turun,dimohon,upacara akan segera dimulai.” Terdengar suara guru piket mengumumkan untuk kedua kalinya bahwa upacara akan segera dimulai.”Kau yakin kau tak apa-apa jika dihukum nanti, aku tak mau kau malu hanya gara-gara aku.” Kataku sambil berjalan menuju lapangan. “Ya,tentu saja aku yakin,hem,by the way aku..” Saat dia mau memperkenalkan namanya tiba-tiba tanganku ditarik “Sampai jumpa nanti, kami butuh bicara dengannya.” Kata Aldira kepada lelaki yg tadi meminjamiku topi,dia hanya membalas dengan senyum.
“Ada apa sih,kenapa kalian tergesa-gesa begitu?” Kataku. “Hehe- kami panik habisnya kau tak muncul juga dilapangan,makanya kami mencarimu karena hari ini yang piket Miss.Leyra,kau taukan dia sangat membenci orang yang terlambat datang kelapangan dan akibatnya.. Kau tau sendiri.” Kata Giovanni panjang lebar. Ya,tentu aku tau persis guru-guru yg ada di sekolah ini karena sudah hampir 3th aku disini,aku tau guru mana yg monster dan mana yg baik sekali berhati mulia juga termasuk guru yg matre.“Iya,aku tau dan tapi sekarang aku sudah dapat topi,mari kita kelapangan sekarang.” Kataku sambil berlari dan langsung berbaris.Aldira dan Giovanni menatapku dengan heran lalu mereka berdua saling tatap dan menuju kebarisan kelas kami.
Bu Nanda berjalan menyusuri tengah barisan setiap kelas dan saat dia kembali kedepan podium,dia membawa anak yg tidak mematuhi peraturan upacara ya,apalagi kalau bukan tidak lengkap atributnya,dan sepertinya kudengar jantungku seperti gendang yg mau perang,ya,karena kulihat dia,orang yg dibawa oleh Bu Nanda adalah lelaki yg tadi meminjamiku topi,si Bule bermata biru,ya ampun.“Hei,ngeliatinnya biasa aja kali.” Kata Faiz,yg berada disebelahku.Aku memang tidak biasa melihat lelaki itu,karena aku melihatnya dengan mata seperti mau copot atau bisa dibilang melotot.”Suka-suka dong!” Kataku jengkel,bagaimana tidak kesal,Faiz mengatakan kalimat tadi dengan suara cukup keras yg menimbulkan barisan lain menoleh ke arahku.Dasar menyebalkan!Bukan apa-apa tapi aku takut dikira ada hubungan sama lelaki mata biru itu.”Anak-anak kalian jangan mencontoh anak yg berada dihadapan kalian sekarang,tidak disiplin,ini mencemarkan nama baik sekolah kita yg sudah masuk standar international.. bla bla bla.” Begitulah Bu Leyra ceramah aku tak mendengarkan kalimatnya yg lain,aku bosan,jenuh,merasa bersalah, harusnya aku yg dihukum bukan dia,tapi.. ah sudahlah’kutukku dalam hati.Selesai upacara aku langsung berjalan,sampai-sampai aku lupa telah meninggalkan sahabatku dilapangan dan jadilah mereka mencariku.Sampai dikelas aku duduk dan meletakan topi itu diatas meja ,tenggorokan ku rasanya seperti habis hujan-hujanan,kering dan sakit.Aku memutuskan untuk pergi kekantin masih sendiri dan kulirik jam tangan waktu menunjukan pukul 07.13 masih ada waktu sekitar 15 menit.Aku segera turun sambil membawa topi tadi,siapa tau aku bisa bertemu lelaki itu dan kenalan,juga tak lupa meminta maaf dan benar benar mengatakan ‘maaf’.Kantin terlihat ramai,aku memutuskan untuk membeli minuman dikonter minuman ‘Fresh Drink’ ya itu salah satu nama konter minuman disekolahku,aku memesan minuman yg kurasa cocok untuk tenggorokan ku,akhirnya ku pesan ‘berry cobbler’ setelah memesan itu aku langsung duduk di bangku dengan pasangan meja yg kosong,tiba-tiba “Dor! Kau kemana aja sih? Kita mencarimu daritadi tahu.” Semprot Aldira dengan muka manyun, “Eh,iya aku tadi terburu-buru kekantin karena haus sekali.” Jawabku sekenanya.”Akh yg benar? Bukan untuk mencari lelaki bule tadikan?” Ledek Giovanni,aku hanya tersenyum kecil.”Atau jangan-jangan kau sudah jadian?” Ditambah lagi ledekan dari Aldira sambil tertawa bersama Giovanni,aku hanya tersenyum lagi.
“Treeettt Treeett ..” Bel berbunyi itu tanda jam pelajaran akan segera dimulai.”Jam pertama B.Mandarin,menyebalkan!” Gerutuku,aku tidak suka pelajaran ini karena gurunya yg mengajar sering menjadikan aku dan teman-temanku sasaran ejekannya.Dia pikir itu lucu apa! Sama sekali tidak. “Pak Adi hari ini mengajar kita,sepertinya aku sudah mual duluan sebelum mendengar celotehnya yg sama sekali tidak lucu!” Ucap Gio. “RT pake BANGET Gi!” Jawabku. “Haha~” Suara Aldira tertawa.Ku ambil buku diloker dan tak lupa alfa-link dengan 99 bahasa.Aku sangat suka alfa-link ku karena disitu memuat 900 lagu mp3 maupun video mp4 juga dengan 35 games yg sedang ngtrend,dengan earphone berwarna putih.Setelah kuambil perlengkapan aku kembali kekelas, tapi aku bertemu lelaki tadi si mata biru, seketika langkahku terhenti dan lupa tadi tujuanku mau kemana, “Hai” Sapanya padaku, “Ehm,Hai juga.” Balasku. “Yang tadi thanks sangat loh.” Lanjutku. “Ya,Woles..” Jawabnya datar.”Hai! sedang apa kalian disini?” Tiba-tiba suara Bu Nanda mengagetkan kami. “Eh,ehm.. Bu maaf saya..” Kataku coba membela diri,namun tetap saja aku dan lelaki bule itu dibawa keruang BK (Bimbingan Konseling) .Setelah ditanya-tanya dan aku kena kasus pacaran diloker pada saat jam pelajaran padahal kami tidak pacaran,malahan baru kenal dan belum sempat mengucap nama masing-masing. Dasar guru yg menyebalkan! Kami dipersilakan untuk masuk kekelas masing-masing dan diperjalanan menuju kelas kami diantara aku dan lelaki bule itu tak mengeluarkan sepatah katapun. Saat aku sampai kelas lebih dahulu,dia memegang bahuku dan berkata “Sorry.” Sambil pergi meninggalkanku.Aku hanya terdiam,saat aku masuk kelas ternyata kelas sangat ramai dan Pak Adi tidak mengajar ,dia tidak ada dimeja guru berarti dia absen hari ini dikelasku, baguslah jadi aku bisa bersantai dan tak kena omelan dari guru dua kali,cukup sekali bagiku jangan ada lagi omelan guru yg meluncur padaku.Dikelas aku langsung duduk dan tak bicara pada siapapun maupun sepatah katapun,aku sedang mengalami stres pasca terauma (bisa dibilang).Bahkan aku masih sempat mengutuk diriku saat ini gara-gara aku lupa bertanya namanya dan kelas berapa dia disini.Ya,ampun aku sudah sedikit gila mungkin.Sahabatku yg melihat ekspresi wajahku sadar dan mereka tau bahwa saat ini aku lagi gak mood untuk diajak ngobrol/bercanda,dan mereka ,memahaminya sehingga tak mengajakku bicara.Saat istirahat aku ikut kekantin tapi aku tidak memesan apapun, aku hanya menemani Gio dan Dira makan. “Hari ini apa kau punya masalah yg berat? Bisakah kau ceritakan pada kami?” Ucap Dira membuka pembicaraan memecah kesunyian diantara kami bertiga yg sangat jarang bahkan tidak pernah terjadi. ”Akh,aku pikir aku tak punya masalah,sungguh.” Jawabku. “Tidak kau bohong Kyrey,kami bisa melihat dari sikapmu hari ini,ceritalah pada kami!” Bantah Gio. “Hem,aku hanya sedang berpikir bagaimana aku bisa lupa membawa topi tadi pagi.” Jawabku sekenanya. “Akh,soal itu mah tak usah kau pikirkan kan tadi ada pahlawan mu yg menyelamatkanmu.” Canda Gio,disertai anggukan Dira yg bertanda dia setuju dengan apa yg dikatakan Gio padaku dan sungguh aku bersyukur mereka tak mengetahui masalahku yg sebenarnya,jika mereka tau maka akan tambah rumit jadinya.Lalu kami tertawa dan memulai topik-topik lainnya seperti film baru dibioskop,wahana permainan yg seru, tempat rekreasi, juga fashion yg sedang ngtrend.Rasanya aku bahagia dan melupakan kejadian yg kupikirkan sama rasanya seperti aku sedang chat dengan Jevieza Efrayim hehehe.
~”~
Saat
pulang sekolah Pak Deden sudah stand by di depan gerbang sekolahku,setelah itu
aku pamit pulang pada Gio & Dira.Sampainya dirumah aku langsung masuk
kekamar tanpa menyapa Shasa ya,kali ini aku memang tak seperti biasanya yg
mengoceh terus. Aku nggak tau kenapa aku jadi begini, tapi hari ini perasaanku
setelah pulang sekolah merasa tak enak, seakan2 akan ada hal buruk yang akan
terjadi, tapi segera kutepis prasangka perasaan ku itu. ”Jam berapa kau ingin
makan siang?” Tanya Shasa saat aku hendak menaiki anak tangga. “Aku sudah makan
tadi disekolah.” Jawabku dan segera beranjak kekamar.’Tumben aneh’ gumam Shasa.Aku
langsung meletakan tas ku yg cukup berat,ku buka tempat kasetku yg berwana
hitam bergambar nekmare atau semacam tengkorak.Kubuka satu persatu dan
kutemukan mp3 lagu-lagu kesukaanku,tanpa ba-bi-bu lagi ku nyalakan DVD dan ku
putar kasetnya.Lalu lagu pertama adalah Christian perrie-A thousand years ,ku
ambil tumpukan buku yg ada dimeja belajarku dan kumasukkan kedalam tas untuk
jadwal besok. Setelah selesai ku ambil laptop dan saatnya online didunia
maya!Kubuka Facebook dan ada pesan dari Jevieza langsung kubuka isi pesan itu.Kira-kira apa yang akan terjadi menurut perasaan Kyrey ya? terus apa sih isi pesan dari cowok bule itu?
Tunggu jawabannya, at part4 guys.. ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar