Jevieza Efrayim (unknown X)
Hai,aku ingin memberikan kabar untukmu. Apakah kau mau mendengarnya?
Kyrey
Alyysa Albart (Albartoren)
Tentu saja, aku ingin mendengarnya, apa kabar itu?

Jevieza Efrayim (unknown X)
Hem,aku tak yakin..kau akan senang?

Kyrey Alyysa Albart (Albartoren)
Memangnya mengenai apa?

Jevieza Efrayim (unknown X)
Tempat tinggal

Kyrey Alyysa Albart (Albartoren)
Kau pindah kesini? keIndonesia?

Jevieza Efrayim (unknown X)
Ya & Aku janji akan pindah kesekolah tempat kau berada juga menjadi sahabat laki-laki pertama untukmu? Bagaimana?
Tentu saja, aku ingin mendengarnya, apa kabar itu?
Jevieza Efrayim (unknown X)
Hem,aku tak yakin..kau akan senang?
Kyrey Alyysa Albart (Albartoren)
Memangnya mengenai apa?
Jevieza Efrayim (unknown X)
Tempat tinggal
Kyrey Alyysa Albart (Albartoren)
Kau pindah kesini? keIndonesia?
Jevieza Efrayim (unknown X)
Ya & Aku janji akan pindah kesekolah tempat kau berada juga menjadi sahabat laki-laki pertama untukmu? Bagaimana?
‘DUG’ Tiba-tiba jantungku seperti meloncat kegirangan,aduh apa-apaan sih perasaan ini,kenapa jadi gini? Aku memutuskan untuk tidak membalas pesannya aku ingin menguji diriku sendiri,menguji persaanku terhadapnya,tapi tunggu sebentar,mata biru yg dimilikinya mirip sekali dengan lelaki bule bermata biru yg meminjami ku topi,mungkinkah? Akh,tak mungkin! Aku jadi seperti orang tak waras,bertanya dan menjawab sendiri. Sebenarnya aku bermaksud bertanya pada hatiku sendiri makanya jadilah aku tanya-jawab antara diriku dan hatiku. Tapi,kucoba lagi melihat fotonya lebih dekat/ku perbesar,jadilah seperti ini :
Hai,sayang apakah kamu baik2
saja? Sudah makan belum?
nanti malam bunda rulahg jadi kita dinner keluar ya?
nanti malam bunda rulahg jadi kita dinner keluar ya?
òiò¡aha©"òbartersh Ö
Yes,akhirnya Bunda
mengajakku keluar nanti malam,sudah lama aku tak merasakan angin malam,tapi tunggu
dulu, aku aneh, tumben sekali Bunda mengerti aku sedang jenuh dirumah padahal
biasanya sama sekali tak memikirkan perasaanku dan hanya memikirkan pekerjaan
dan uang jajanku . lalu ku reply BBMnya :
kgreg aòggda "òbartÔ
kgreg aòggda "òbartÔ
·
Aku baik2 saja,sudah,Oke deh J
*HmJ\
|
òiò¡aha©"òbartersh Ö
Baiklah kalau begitu, damrai hahti Baby J
*kixx
Setelah melihat balasan Bunda aku tak membalasnya lagi,karena
aku lagi malas BBMan sama Bunda terlalu lama.Aku meletakan BB ku dan menyalakan
lagu dilaptop,entah karena apa tiba-tiba saja aku tidak mau on di FB ataupun
twitter. Setelah lagu 1D meluncur Gotta be you,OMG lagu ini membawaku santai
saat mendengar suara Zayn bernyanyi, ku ambil kembali BB dan kupasang status
BBM ku untuk Jevieza/lelaki bule bermata biru yg jelas.Seperti ini :
’ Protect me, love me, hug me, hold me, smile with me, laugh with me but just don't hurt me with your lies and fake promises.X©’ Tapi sejenak aku berpikir sebelum kutekan enter karena jika aku memasang status BBM seperti ini teman-teman atau saudara-keluargaku mengira aku pacaran,padahal hanya sekedar kata-kata yg nggak tersampaikan,tapi siapa peduli mau dikata apa aku akan tetap memasang status BBM itu.Lalu kutekan enter dan status BBM ku berubah, dan beberapa menit kemudian ada SMS dari Gio :
Gio “Eciiee,,suit-suit statusnya. J”
Me “Hehehe.. memangnya kenapa,Gi?”
Gio “Ngg.. nggak apa2 sih,Cuma ngecengin aja wkwkw”
Me “Kau mirip bebek ketawanya :p”
Gio “Hah? Iya sieh :D tapi orangnya tetep cantik dan imutkan? J”
Me “Ikhh. PeDe abis deh kamu :p”
Gio “Biarin :p ,eh BTW sore ini ada acara nggak,Rey?”
Me “J hem,nggak ada,tapi kalau malam ada,Gi”
Gio “Bisa nggak kita jalan? Aku BeTe sekali dirumah.”
Me “Bisa aja,memangnya orang tuamu dan kakakmu kemana?”
Gio “J Mereka pergi kerjaan numpuk katanya,kakakku berlibur keBali,lagipula besok kita libur”
Me “Ya,baiklah kita ketemu dimana?”
Gio “Bagaimana kalu di Sevel?”
Me “Apa kita sebaiknya mengajak Dira juga?”
Gio “Aku sudah megiriminya BBM dan sudah kutelpon berXX tapi tidak ada respon. L”
Me “Ohh my God, Semoga saja dia baik2 saja,Baiklah! Jam berapa?”
Gio “I Hope also that,babe.J Jam 15.30 setelah kau menjalankan ibadahmu?”
Me “Aku sedang halangan.”
Gio “Baiklah kalau begitu diundur jadi jam 15.00 sudah diSevel?”
Me “Oke J bye see you later babe.”
Gio “Bye- Honey *hug :p”
Kuletakan BB dikasur dan kumatikan laptop serta
kusimpan dan membereskan kamar seketika kamarku rapi dan bersih, saat
membereskan kamar tadi, aku hanya memikirkan Dira, tidak biasanya dia bersikap
acuh pada kami, eum.. maksudku bukan acuh sih,tapi dia tak merespon semua
komunikasi dari kami, aku juga coba menghubunginya, dan hasilnya nihil! Melihat
jam sudah jam 13.26 aku harus buru-buru mandi. Setelah mandi aku mencari baju
yg pas untuk ke Mall, kutemukan baju yg cocok kaos putih yg bertuliskan ‘I’m
Directioners’ dan bergambar personil 1D tapi dalam bentuk kartun dan berwarna putih
dengan sedikit gemerlap seperti mengkilapnya glitter,dan kukenakan celana
pencil sebagai pasangannya dengan warna Abu-abu sedikit biru tanpa gambar dan
ikat pinggang yang melingkari pinggangku berwarna abu-abu bergambar insial
huruf ‘KY’ yg berarti Kyrey namaku,kumasukan kaos kedalam celana agar terlihat
ikat pinggangnya. Hem,sekarang aku bingung rambutku harus bagaimana agar
terlihat cocok dengan style yang sekarang.Akhirnya kuputuskan untuk memakai
bandana saja polos berwarna putih,kulihat fashionku dikaca dan ada 3 benda yg
tetap menempel menghiasi setiap penampilanku dan tak pernah ku ubah yaitu, kalung
yin&yang tetap tergantung dileherku,gelang warna coklat dengan liontin gelang
berbentuk burung hantu tetap menghiasi pergelangan tanganku., itulah kalung dan
gelang masalalu ku yang tak pernah bisa dan tak akan bisa untuk dilupakan, dan
tak lupa juga anting pemberian Bunda yg berbentuk hati tetap kukenakan. Kulirik
jam ditanganku yg berwarna putih dan sudah jam 14.15 dan sekarang aku harus
mencari sepatu dan tas yg harus kukenakan ya ampun repot sekali aku ini. Ku
ambil sepatu yg baru kubeli lewat online yap,sepatu favorite ku yang
bertuliskan “What the fuck Haters” berwarna abu-abu dan alas bawahnya berwarna putih
juga tas slempang berwarna abu-abu dengan tali rantai putih. ‘Selesai’ Gumamku
lega dan waktu menunjukan pukul 14.38 sebentar lagi jam 3 sore ‘aku harus
cepat’ batinku dalam hati. Tanpa pamitan karena saat aku diruang depan tak ada
orang satupun,kuputuskan untuk memberitahukan nanti saja lewat telpon bahwa aku
pergi ke Mall. Kulangkahkan kakiku agak cepat karena aku takut terlambat
menemuinya,ya sudah hampir 6th ini aku mengenal Gio dan aku tau apa yg paling
tak disukainya ‘datang terlambat’ ‘menunggu’ ‘dibohongi’ ah,lupakan itu.
Kuputuskan untuk berhenti berjalan dan menunggu taksi didepan Pos Satpam
komplek rumahku, tak lama kira-kira 4 menit taksi melintas dan aku
menyetopnya,lalu segera aku naik taksi. Sesampainya
aku melihat Giovanni yg sudah disana dengan slurpee-nya,baju yg ia kenakan
praktis sangat mencolok karena warnanya pink! Dan semua aksesoris dari atas
sampai bawah serba pink pula,kuhampiri dan dia melambaikan tangan padaku.“Lama
nunggu?” Tanyaku seraya menarik bangku dan duduk dihadapannya. “Ehm,tidak juga
sih.” Jawabnya ramah sambil asik memainkan sedotan minuman ditangan kanannya.
“Kurasa aku haus,sebentar ya,Gi.” Kataku dan langsung meninggalkannya diikuti
anggukkannya,beberapa saat aku kembali dengan minuman dan keripik singkong ditanganku
dan kembali duduk.Kusodorkan keripik singkong kesukaanya dan langsung disambar
dengan senyum yg membuatku ingin tersenyum juga. ”Jadi kita mau kemana sore
ini?” Ucapku setelah membeli minuman yg sama dengannya, “Ke GI aja deh
yuk,gimana?” Katanya sambil memakan keripik singkong yg bermerek ‘kusuka’ ,aku
hanya mengangguk karena mulutku penuh dengan slurpee yg pas buat tenggorokanku
saat ini.Selepas itu kami berjalan sambil mencari taksi ya,karena rumah kami lumayan
jauh dari Grand Indonesia.”Grand Indonesia ya Tn.Bang.” kataku langsung masuk
kedalam taksi tersebut bersama Gio.”Memangnya nanti malam kau ada acara apa,Rey?”
Tanya Gio padaku. “Cuma,dinner keluar sama Bunda,eh,bagaimana jika nanti malam
kau ikut dinner bersama aku dan bunda?” Tanyaku balik. “Apa tak mengganggu?”
“Tentu saja tidak!” Potongku cepat.’ Protect me, love me, hug me, hold me, smile with me, laugh with me but just don't hurt me with your lies and fake promises.X©’ Tapi sejenak aku berpikir sebelum kutekan enter karena jika aku memasang status BBM seperti ini teman-teman atau saudara-keluargaku mengira aku pacaran,padahal hanya sekedar kata-kata yg nggak tersampaikan,tapi siapa peduli mau dikata apa aku akan tetap memasang status BBM itu.Lalu kutekan enter dan status BBM ku berubah, dan beberapa menit kemudian ada SMS dari Gio :
Gio “Eciiee,,suit-suit statusnya. J”
Me “Hehehe.. memangnya kenapa,Gi?”
Gio “Ngg.. nggak apa2 sih,Cuma ngecengin aja wkwkw”
Me “Kau mirip bebek ketawanya :p”
Gio “Hah? Iya sieh :D tapi orangnya tetep cantik dan imutkan? J”
Me “Ikhh. PeDe abis deh kamu :p”
Gio “Biarin :p ,eh BTW sore ini ada acara nggak,Rey?”
Me “J hem,nggak ada,tapi kalau malam ada,Gi”
Gio “Bisa nggak kita jalan? Aku BeTe sekali dirumah.”
Me “Bisa aja,memangnya orang tuamu dan kakakmu kemana?”
Gio “J Mereka pergi kerjaan numpuk katanya,kakakku berlibur keBali,lagipula besok kita libur”
Me “Ya,baiklah kita ketemu dimana?”
Gio “Bagaimana kalu di Sevel?”
Me “Apa kita sebaiknya mengajak Dira juga?”
Gio “Aku sudah megiriminya BBM dan sudah kutelpon berXX tapi tidak ada respon. L”
Me “Ohh my God, Semoga saja dia baik2 saja,Baiklah! Jam berapa?”
Gio “I Hope also that,babe.J Jam 15.30 setelah kau menjalankan ibadahmu?”
Me “Aku sedang halangan.”
Gio “Baiklah kalau begitu diundur jadi jam 15.00 sudah diSevel?”
Me “Oke J bye see you later babe.”
Gio “Bye- Honey *hug :p”
Tiba-tiba saja perasaanku mulai tak enak,aku tidak tau kenapa,yg jelas rasanya aku benar-benar ingin pulang,tapi cepat-cepat kutepis perasaan dan pikiranku yg tak enak ini,karena bisa mengacaukan hang-out pertamaku diliburan ini. “Kau kenapa?” Tanya Gio kepadaku,akupun yg sedang menggigit bibir bawahku hanya diam dan tak merespon pertanyaan Gio sama sekali, “Hei!” Katanya lagi padaku dan refleks kali ini aku tersentak kaget karena suara yg dia keluarkan lumayan menggema di gendang telingaku.”Eh,iya,hem ada apa?” Jawabku setengah kebingungan. “Kau sedang memikirkan apa? Apa kau punya masalah?“ Tanyanya berturut-turut. “Hem,kurasa aku hanya sedang melamun tanpa memikirkan apapun,hehe.” Kataku cengengesan. “Jangan bercanda aku tau kamu,jika kau menggigit bibir bawahmu dan seperti sedang melamun itu pertanda kau gelisah dan sedang ada masalah/hal lain yg membuatmu tidak tenang.” Jelasnya panjang lebar. “Ehm.. tapi aku sangat yakin aku tidak apa-apa,Gi.” Jawabku membela diri. “Ayolah,aku tau persis karaktermu,” Bantahnya aku terdiam dan tiba-tiba ‘Drrrtttt drrrtt drrrrtttt..’ BB ku bergetar cepat-cepat kuambil entah kenapa tanganku gemeteran saat membuka tas,Gio yg melihat tingkahku menatap dengan heran seperti tatapan dengan arti ‘apa sih yg kau pikirkan sebenarnya’ kurang lebih begitu.
Hem,, kira-kira apa yang bakalan terjadi ya?
Siapa yang menelpon?
Tunggu dipart 5 guys, ;))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar