I'm Taken with Zayn
WRITER WANNABE HERE :)


Jumat, 24 Agustus 2012

My first story continues -Life,Love,&Death part4

This is part4 for you!! ;))


Jevieza Efrayim (unknown X)
Hai,aku ingin memberikan kabar untukmu. Apakah kau mau mendengarnya?
Kyrey Alyysa Albart (Albartoren)
Tentu saja, aku ingin mendengarnya, apa kabar itu?

Jevieza Efrayim (unknown X)
Hem,aku tak yakin..kau akan senang?

Kyrey Alyysa Albart (Albartoren)
Memangnya mengenai apa?

Jevieza Efrayim (unknown X)
Tempat tinggal

Kyrey Alyysa Albart (Albartoren)
Kau pindah kesini? keIndonesia?

Jevieza Efrayim (unknown X)
Ya
& Aku janji akan pindah kesekolah tempat kau berada juga menjadi sahabat laki-laki pertama untukmu? Bagaimana?

      ‘DUG’ Tiba-tiba jantungku seperti meloncat kegirangan,aduh apa-apaan sih perasaan ini,kenapa jadi gini? Aku memutuskan untuk tidak membalas pesannya aku ingin menguji diriku sendiri,menguji persaanku terhadapnya,tapi tunggu sebentar,mata biru yg dimilikinya mirip sekali dengan lelaki bule bermata biru yg meminjami ku topi,mungkinkah? Akh,tak mungkin! Aku jadi seperti orang tak waras,bertanya dan menjawab sendiri. Sebenarnya aku bermaksud bertanya pada hatiku sendiri makanya jadilah aku tanya-jawab antara diriku dan hatiku. Tapi,kucoba lagi melihat fotonya lebih dekat/ku perbesar,jadilah seperti ini :


      Oke,dia memang terlalu seperti orang dewasa kupikir,tapi umurnya sama denganku,aku tak percaya dia mirip sekali dengan lelaki yg meminjamiku topi tadi pagi.Dia itu kupikir pantasnya jadi Mahasiswa bukan anak sepertiku,ya kupikir begitu lebih baik. Ku download fotonya dan ku simpan difile ku dan kuputuskan untuk offline sementara waktu.Aku mematikan dvd player yang sedang berputar dan ku ambil BB ku yg ada didalam tas dan kulihat beberapa BBM dari Bunda masuk,kubuka dan isinya sama semua :

Hai,sayang apakah kamu baik2 saja? Sudah makan belum?
nanti malam bunda rulahg jadi kita dinner keluar ya?




òiò¡aha©"òbartersh Ö
      Yes,akhirnya Bunda mengajakku keluar nanti malam,sudah lama aku tak merasakan angin malam,tapi tunggu dulu, aku aneh, tumben sekali Bunda mengerti aku sedang jenuh dirumah padahal biasanya sama sekali tak memikirkan perasaanku dan hanya memikirkan pekerjaan dan uang jajanku . lalu ku reply BBMnya :
kgreg aòggda "òbartÔ
·                                                                                                                Aku baik2 saja,sudah,Oke deh J *HmJ\
 

      kusend dan deliv (terkirim) udah ada tulisan Ã’ berarti balesanku udah dibaca sama Bunda, dan ada BBM lagi ya, jawaban dari Bunda :
 
òiò¡aha©"òbartersh Ö
                                                Baiklah kalau begitu, damrai hahti Baby J *kixx

Setelah melihat balasan Bunda aku tak membalasnya lagi,karena aku lagi malas BBMan sama Bunda terlalu lama.Aku meletakan BB ku dan menyalakan lagu dilaptop,entah karena apa tiba-tiba saja aku tidak mau on di FB ataupun twitter. Setelah lagu 1D meluncur Gotta be you,OMG lagu ini membawaku santai saat mendengar suara Zayn bernyanyi, ku ambil kembali BB dan kupasang status BBM ku untuk Jevieza/lelaki bule bermata biru yg jelas.Seperti ini :
’ Protect me, love me, hug me, hold me, smile with me, laugh with me but just don't hurt me with your lies and fake promises.X
©’ Tapi sejenak aku berpikir sebelum kutekan enter karena jika aku memasang status BBM seperti ini teman-teman atau saudara-keluargaku mengira aku pacaran,padahal hanya sekedar kata-kata yg nggak tersampaikan,tapi siapa peduli mau dikata apa aku akan tetap memasang status BBM itu.Lalu kutekan enter dan status BBM ku berubah, dan beberapa menit kemudian ada SMS dari Gio :
Gio “Eciiee,,suit-suit statusnya.
J
Me “Hehehe.. memangnya kenapa,Gi?”
Gio “Ngg.. nggak apa2 sih,Cuma ngecengin aja wkwkw”
Me “Kau mirip bebek ketawanya :p”
Gio “Hah? Iya sieh :D tapi orangnya tetep cantik dan imutkan?
J
Me “Ikhh. PeDe abis deh kamu :p”
Gio “Biarin :p ,eh BTW sore ini ada acara nggak,Rey?”
Me “
J hem,nggak ada,tapi kalau malam ada,Gi”
Gio “Bisa nggak kita jalan? Aku BeTe sekali dirumah.”
Me “Bisa aja,memangnya orang tuamu dan kakakmu kemana?”
Gio “
J Mereka pergi kerjaan numpuk katanya,kakakku berlibur keBali,lagipula besok kita libur”
Me “Ya,baiklah kita ketemu dimana?”
Gio “Bagaimana kalu di Sevel?”
Me “Apa kita sebaiknya mengajak Dira juga?”
Gio “Aku sudah megiriminya BBM dan sudah kutelpon berXX tapi tidak ada  respon.
L
Me “Ohh my God, Semoga saja dia baik2 saja,Baiklah! Jam berapa?”
Gio “I Hope also that,babe.
J Jam 15.30 setelah kau menjalankan ibadahmu?”
Me “Aku sedang halangan.”
Gio “Baiklah kalau begitu diundur jadi jam 15.00 sudah diSevel?”
Me “Oke
J bye see you later babe.”
Gio “Bye- Honey *hug :p”
Kuletakan BB dikasur dan kumatikan laptop serta kusimpan dan membereskan kamar seketika kamarku rapi dan bersih, saat membereskan kamar tadi, aku hanya memikirkan Dira, tidak biasanya dia bersikap acuh pada kami, eum.. maksudku bukan acuh sih,tapi dia tak merespon semua komunikasi dari kami, aku juga coba menghubunginya, dan hasilnya nihil! Melihat jam sudah jam 13.26 aku harus buru-buru mandi. Setelah mandi aku mencari baju yg pas untuk ke Mall, kutemukan baju yg cocok kaos putih yg bertuliskan ‘I’m Directioners’ dan bergambar personil 1D tapi dalam bentuk kartun dan berwarna putih dengan sedikit gemerlap seperti mengkilapnya glitter,dan kukenakan celana pencil sebagai pasangannya dengan warna Abu-abu sedikit biru tanpa gambar dan ikat pinggang yang melingkari pinggangku berwarna abu-abu bergambar insial huruf ‘KY’ yg berarti Kyrey namaku,kumasukan kaos kedalam celana agar terlihat ikat pinggangnya. Hem,sekarang aku bingung rambutku harus bagaimana agar terlihat cocok dengan style yang sekarang.Akhirnya kuputuskan untuk memakai bandana saja polos berwarna putih,kulihat fashionku dikaca dan ada 3 benda yg tetap menempel menghiasi setiap penampilanku dan tak pernah ku ubah yaitu, kalung yin&yang tetap tergantung dileherku,gelang warna coklat dengan liontin gelang berbentuk burung hantu tetap menghiasi pergelangan tanganku., itulah kalung dan gelang masalalu ku yang tak pernah bisa dan tak akan bisa untuk dilupakan, dan tak lupa juga anting pemberian Bunda yg berbentuk hati tetap kukenakan. Kulirik jam ditanganku yg berwarna putih dan sudah jam 14.15 dan sekarang aku harus mencari sepatu dan tas yg harus kukenakan ya ampun repot sekali aku ini. Ku ambil sepatu yg baru kubeli lewat online yap,sepatu favorite ku yang bertuliskan “What the fuck Haters” berwarna abu-abu dan alas bawahnya berwarna putih juga tas slempang berwarna abu-abu dengan tali rantai putih. ‘Selesai’ Gumamku lega dan waktu menunjukan pukul 14.38 sebentar lagi jam 3 sore ‘aku harus cepat’ batinku dalam hati. Tanpa pamitan karena saat aku diruang depan tak ada orang satupun,kuputuskan untuk memberitahukan nanti saja lewat telpon bahwa aku pergi ke Mall. Kulangkahkan kakiku agak cepat karena aku takut terlambat menemuinya,ya sudah hampir 6th ini aku mengenal Gio dan aku tau apa yg paling tak disukainya ‘datang terlambat’ ‘menunggu’ ‘dibohongi’ ah,lupakan itu. Kuputuskan untuk berhenti berjalan dan menunggu taksi didepan Pos Satpam komplek rumahku, tak lama kira-kira 4 menit taksi melintas dan aku menyetopnya,lalu segera aku  naik taksi. Sesampainya aku melihat Giovanni yg sudah disana dengan slurpee-nya,baju yg ia kenakan praktis sangat mencolok karena warnanya pink! Dan semua aksesoris dari atas sampai bawah serba pink pula,kuhampiri dan dia melambaikan tangan padaku.“Lama nunggu?” Tanyaku seraya menarik bangku dan duduk dihadapannya. “Ehm,tidak juga sih.” Jawabnya ramah sambil asik memainkan sedotan minuman ditangan kanannya. “Kurasa aku haus,sebentar ya,Gi.” Kataku dan langsung meninggalkannya diikuti anggukkannya,beberapa saat aku kembali dengan minuman dan keripik singkong ditanganku dan kembali duduk.Kusodorkan keripik singkong kesukaanya dan langsung disambar dengan senyum yg membuatku ingin tersenyum juga. ”Jadi kita mau kemana sore ini?” Ucapku setelah membeli minuman yg sama dengannya, “Ke GI aja deh yuk,gimana?” Katanya sambil memakan keripik singkong yg bermerek ‘kusuka’ ,aku hanya mengangguk karena mulutku penuh dengan slurpee yg pas buat tenggorokanku saat ini.Selepas itu kami berjalan sambil mencari taksi ya,karena rumah kami lumayan jauh dari Grand Indonesia.”Grand Indonesia ya Tn.Bang.” kataku langsung masuk kedalam taksi tersebut bersama Gio.”Memangnya nanti malam kau ada acara apa,Rey?” Tanya Gio padaku. “Cuma,dinner keluar sama Bunda,eh,bagaimana jika nanti malam kau ikut dinner bersama aku dan bunda?” Tanyaku balik. “Apa tak mengganggu?” “Tentu saja tidak!” Potongku cepat.
Tiba-tiba saja perasaanku mulai tak enak,aku tidak tau kenapa,yg jelas rasanya aku benar-benar ingin pulang,tapi cepat-cepat kutepis perasaan dan pikiranku yg tak enak ini,karena bisa mengacaukan hang-out pertamaku diliburan ini. “Kau kenapa?” Tanya Gio kepadaku,akupun yg sedang menggigit bibir bawahku hanya diam dan tak merespon pertanyaan Gio sama sekali, “Hei!” Katanya lagi padaku dan refleks kali ini aku tersentak kaget karena suara yg dia keluarkan lumayan menggema di gendang telingaku.”Eh,iya,hem ada apa?” Jawabku setengah kebingungan. “Kau sedang memikirkan apa? Apa kau punya masalah?“ Tanyanya berturut-turut. “Hem,kurasa aku hanya sedang melamun tanpa memikirkan apapun,hehe.” Kataku cengengesan. “Jangan bercanda aku tau kamu,jika kau menggigit bibir bawahmu dan seperti sedang melamun itu pertanda kau gelisah dan sedang ada masalah/hal lain yg membuatmu tidak tenang.” Jelasnya panjang lebar. “Ehm.. tapi aku sangat yakin aku tidak apa-apa,Gi.” Jawabku membela diri. “Ayolah,aku tau persis karaktermu,” Bantahnya aku terdiam dan tiba-tiba ‘Drrrtttt drrrtt drrrrtttt..’ BB ku bergetar cepat-cepat kuambil entah kenapa tanganku gemeteran saat membuka tas,Gio yg melihat tingkahku menatap dengan heran seperti tatapan dengan arti ‘apa sih yg kau pikirkan sebenarnya’ kurang lebih begitu.


Hem,, kira-kira apa yang bakalan terjadi ya?
Siapa yang menelpon?
Tunggu dipart 5 guys, ;))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

I'm Taken with Zayn