I'm Taken with Zayn
WRITER WANNABE HERE :)


Jumat, 24 Agustus 2012

My first story continues -Life,Love,&Death part2

This is part 2 ;)
---"---
        ‘La la La la la la la la la la la la I like your smile I like your vibe I like your style but that’s not why I love you and I, I like the way ...’ Kumatikan alarm handphone ku yg berbunyi ditelingaku,ya jam 05.00 itulah saatnya aku harus bangun. Dan perlu kalian tahu aku tidak akan bangun jika yg berbunyi alarm biasa seperti jam beker ayam atau semacamnya,makanya aku menyetel alarm dihandphone ku,ya dengan lagu pilihanku tentunya, Avril Lavigne yg berjudul ‘I love you’ sebenarnya aku lebih suka lagu 1D (One Direction) namun,aku menggantinya dengan lagu Avril karena lagu itu mengingatkanku pada artis favoriteku tentunya untuk yg laki-laki Robert Thomas Pattinson & Zayn Jawad Malik (Personil 1D) .Aku sangat menyukai keduanya,makanya lagu itu menjadi salah satu lagu favoriteku, oh ya hubungannya dengan itu adalah arti dari lagu tersebut ya,saya menyukai senyummu,dan seterusnya.
        Kubuka jendela kamarku agar angin pagi yg menyejukkan masuk kedalam kamarku, begitupula agar nanti siang sinar matahari menerangi kamarku,kumatikan AC,setelah itu merapikan kasurku yg berantakan karena ketika aku tidur selalu berguling kesana kemari,mengambil handuk dan perlengkapan mandi lainnya, dan beranjak kekamar mandi.-Setelah mandi aku memakai seragamku dengan rapi,dan berdandan sebentar, ya benar benar sebentar,jujur saja, aku tidak suka untuk berlama lama didepan kaca,rambutku yg panjang dan lurus tetapi bawahnya terlihat ikal,ku sisir dan ku kenakan bandana dikepalaku.Bandana berwarna biru muda dengan kombinasi wana putih dan hiasan seperti gliter yg permanen dibandana itu.Terlihat cocok sekali dirambutku,dan langkah terakhir adalah memastikan bahwa baju yg kukenakan dan style ku sudah terlihat Perfect. Benar benar sebentarkan?
        Selesai berdandan,aku langsung menuju kebawah untuk sarapan. ’Hm,sarapan sendiri lagi hari ini’ gumamku.”Pagi,putri.” Sapa Shasa dengan ekspresi wajah sok imut (bisa dibilang) dan seakan-akan aku sebagai tuan putri dan dia adalah budakku,hehe.”Good morning,Shasa.”Balasku.Aku pun duduk dan melihat hidangan dimeja, makanan pagi ini nasi goreng keju dengan tambahan sosis dan ayam goreng,langsung saja kulahap dan selesai makan aku minum es limun agar mulutku tidak bau ayam kan malu kalau teman teman atau guruku mencium aroma mulutku yg bau ayam/ nasi goreng.Kulirik jam tanganku dan jam sudah menunjukan pukul 06.10 ”Oke,aku berangkat kesekolah dulu ya,Sha.” Ucapku pada Shasa. “Baiklah,hati-hati dijalan,cinta.” Katanya sambil kiss bye padaku. Kubalas dengan senyuman termanisku (aseek).Dijalan aku tak mengeluarkan sepatah katapun pada supirku,padahal biasanya aku sering banyak tanya sampai membuat supirku bingung, terkadang aku bernyanyi sekeras-kerasnya didalam mobil.Tapi untuk sekarang mungkin tidak,dan mungkin Pak Deden aneh melihat tingkahku kali ini.Jujur saja sebenarnya sedaritadi aku diam aku sedang memikirkan Jevieza Efrayim,ya nama itu ... orang itu .. lelaki bule itu .. hem pokoknya ya itulah, aku sedang berpikir kenapa aku bisa kontak setiap hari dengannya,dan ketika bersamanya didunia maya aku tak kesepian, ya karena sejak 1 bulan yang lalu, setiap hari aku chat dengannya aku merasa lebih baik dan melupakan masalahku ,dan mungkin bila aku bertemu dengannya setiap hari aku akan merasa bahagia sekali dengan lelaki bule yg ramah itu.”Sudah sampai cantik.” Ucap Pak Deden padaku sambil tersenyum. ”Eh,oh iya.”Jawabku tergagap karena kaget dan lamunanku seketika buyar.Aku turun dari mobil dan ternyata kulihat didepan gerbang ada sosok perempuan yg sepertinya kukenal dan dia melambaikan tangannya padaku, akupun membalas lambaiaannya dan menuju kearahnya “Good morning baby.” Sapaku padanya. ”Good morning honey.” Jawabnya sambil tersenyum dan terlihat deretan giginya yg rapi dan berkawat warna warni yg indah dengan motif bunga berwarna ungu terlihat manis dan pas untuknya begitupula dengan jepitan yg gemerlap berwarna ungu yang terdapat dirambutnya yg lurus sebahu namun tidak ikal bawahnya,tidak seperti aku.Namun dia terlihat anggun dengan aksesoris berwarna ungu lengkap sampe jam tangannya dan tas juga seluruh isinya.
        “Kau terlihat cantik pagi ini,Gi.” Kataku membuka percakapan setelah sampai dikelas dengan Giovanni. “Waw,thanks,you too.” Katanya sambil mencubit pipi chubby ku. Kami pun tertawa.”Pagi semua!” Sapa Aldira Mara Ditta ya, dia sepupuku dari Boston, kami sudah seperti sahabat lama jika berkumpul bertiga,tentunya Aku,Giovanni,dan,Aldira.”Pagi... Maradita” Teriak Giovanni dan langsung berhambur kearah Aldira berada dan memeluknya dan mecubiti pipinya. Aku sedikit geli dan tertawa kecil melihat sahabat dan sepupuku bercanda dipagi hari. Walaupun Aldira baru 2 bulan lalu masuk kesekolahku namun ku akui dia pandai bergaul dengan teman teman barunya. Buktinya sekarang dia akrab sekali dengan sahabatku yg sangat jutek jika melihat anak baru dan sangat jail kelakuannya.Tapi Aldira dapat mendapatkan hati Giovanni dengan cepat hanya dalam tempo 2 mingguan.cepat sekali,padahal dulu aku baru akrab dengan Giovanni setelah kami kenal 4 bulan lamanya. Oke, soal bergaul dan berbaur dengan teman aku memang bukan jagonya, karena dirumah saja aku jarang keluar dan selalu menghabiskan waktu untuk bergaul dengan orang orang bule (kebanyakan) didunia maya. Aku menghampiri mereka berdua dan merangkul mereka “Kebiasaan kalian setiap pagi, yg membuatku tertawa, aku bahagia mempunyai kalian.” Kataku sambil mengusap punggung mereka. “Tentu,Aku juga sangat sangat beruntung mengenal kau dan sepupumu ini.” Sambut Giovanni sambil melirik kearah Aldira,namun Aldira hanya terkekeh “Hehe-he.”
        “Treeett treeett” Bel berbunyi 2 kali berarti itu tanda upacara akan segera dimulai dan benar saja ada suara guru piket yg mengumumkannya “Anak-anak dari kelas 1-3 harap berkumpul dilapangan,upacara akan segera dimulai,terima kasih.” “Hem,Giovanni apa kau membawa 2 topi?” tanyaku yg terlihat gelisah sekali,namun dia hanya menggeleng, “Kau Aldira?” Tanyaku lagi,dan lagi-lagi dia juga hanya menggeleng.’Mati saja aku jika ketauan tidak membawa topi saat upacara,bisa dihukum didepan banyak orang,bahkan didepan anak-anak 1 sekolahan’ Gerutu ku dalam hati.”Hei,Kyrey kenapa kau hanya diam?Ayo kita kebawah sebelum ada pemeriksaan kelas.” Kata Aldira padaku. “Hem.. iya.” Jawabku datar. “Kau kenapa? Jangan-jangan kau lupa membawa topi ya?” Tebak Giovanni,tentu saja aku hanya mengangguk lemas,bagaimana tidak lemas karena hari ini aku akan jadi bahan ejekan murid dan pasti guru-guru akan bilang jangan contoh murid malas,huh, padahalkan aku hanya kali ini tak membawa topi.Aku jadi benci diriku sendiri! Yasudah terpaksa aku mengikuti teman-temanku berjalan menuju lapangan sekolah tapi aku berjalan dibelakang mereka agar tak ada anak-anak yg melihatku dahulu,siapa tau aja ada yg akan meminjamiku topi.Tiba-tiba seseorang memegang bahuku dari belakang--"

Guys, kira-kira siapa ya,orang yang menepuk bahu Kyrey??
jawabannya ada dipart 3 ;)
Wait for it ;))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

I'm Taken with Zayn