I'm Taken with Zayn
WRITER WANNABE HERE :)


Jumat, 24 Agustus 2012

My first story continues -Life,Love,&Death part5

This is part 5 , i hope you like it!
Enjoy reading, sweetie ;))


”Ha..halo.” Kataku tergagap saat mengangkat telpon dari nomor yg tak ku kenal. “Halo,sayang kamu dimana? Ada kabar buruk..” Jawab seorang wanita disebrang telpon dan aku yakin itu suara Bundaku langsung aku terlonjak kaget dengan kata-kata Bunda, “Ap..Apa?” Balasku,Gio yg sedaritadi melihatku memberi isyarat agar percakapanku dengan Bunda diloudspeaker, “Aldira,sayang..” Kata-kata Bunda menggantung, membuatku dan Gio penasaran “Ada apa Bun,?Apa yg terjadi pada Aldira?” Tanyaku. “Dia kecelakaan sayang,bisakah kau ke R.S Angkatan Laut sekarang?” “Ba..baik..” langsung kututup telpon dari Bunda, Gio yg tak percaya menutup mulutnya sambil menggeleng, “Pak,Gak jadi ke GI. ke R.S.Angkatan Laut!” Kataku pada supir taksi itu.Aku hanya menahan air mata agar tak jatuh dipipiku aku yakin Dira pasti baik-baik saja, kulihat Gio yg telah menitikan air mata menuruni pipinya yg chubby itu,kupeluk erat tubuhnya dia juga memelukku kembali.Aku tak bisa lagi menahan air mataku untuk tidak keluar akhirnya aku pun menangis seperti Gio,ya bagaimana kami tidak menangis,yang kecelakaan adalah sahabat bagi Gio dan sahabat juga sepupu bagiku kami bertiga sudah akrab,sedangkan aku dan Dira telah akrab sejak kami kecil namun saat kami berumur 8th Dira pindah dengan orang tuanya keBoston. Begitu perih hatiku mendengar kabar ini ingin sekali aku berteriak memanggil namanya,ternyata jalan kami ke Rumah Sakit tidak macet ataupun hambatan aku sangat bersyukur akan hal itu jadi kami cepat sampai dan bisa secepatnya menemui sepupu serta sahabat tercinta.
~”~
        Turun dari taksi aku langsung membayar ongkos dan berlari bersama Gio menuju kamar yg dikasih tau oleh Bunda lewat SMS, selang beberapa menit aku menemukan kamarnya,dan kulihat dari kaca terlihat Aldira yg terbaring lemah dan terlelap dalam masa kritisnya,ya sekarang dia berada diruang UGD,kulihat Bunda dan kuhampiri dirinya,“Bunda,bagaimana ini bisa terjadi?” Tanyaku lirih.
“Rumit,sayang.”Katanya dengan seraya memelukku,sedangkan Gio yg melihatnya hanya terpaku dan terduduk pada bangku panjang yg kosong, sepertinya dia sedang merenungkan mengapa ini terjadi pada sahabat dekatnya. “Aku ingin mengetahuinya.” Jawabku sambil memeluk Bunda kembali.Lalu Bunda mengajakku mendekati Gio dan duduk disampingnya.Bunda pun mulai menceritakannya, “Saat pulang sekolah tadi,Dira tidak dijemput supirnya,karena tiba-tiba pulang sekolahnya pada jam yg masih pagi sekitar jam 08.30 kan?” Aku dan Gio hanya mengangguk,ya benar tadi memang sekolahku mengadakan rapat guru dan kami pulang lebih awal dikarenakan juga besoknya sudah mulai libur.Bunda melanjutkan “Kalian kan tau Dira itu tidak bisa menyebrang ke Halte bus,kalian taukan,Dira tidak bisa menyebrang karena trauma akibat kecelakaan yg dialami kakak laki-lakinya?” Tanya Bunda lagi. Sekali lagi kami mengangguk,sepertinya untuk saat ini yg bisa aku dan Gio lakukan untuk menjawab semua pertanyaan hanya anggukan jika ‘Ya’ dan gelengan jika ‘Tidak’.”Dan,tadi menurut saksi dari siswa lain yg melihatnya Dira tiba-tiba nekat menyebrang tanpa tengok kanan dan kiri lalu ada mobil berwarna Hijau mengkilap menabrak Dira sepertinya mobil itu dengan kecepatan tinggi sehingga Dira terlempar jauh dari tempat semulanya.” Jelas Bunda panjang lebar.”Lalu apakah mobil yg menabrak melarikan diri?” Suara Gio yg menanyakan dengan suara yg amat berat dan serak seperti tak mempunyai suara atau seperti orang sedang sakit radang tenggorokan.”Ya,dia melarikan diri dan mungkin saja ada salah satu siswa yg mengetahui nomor mobilnya.” Jawab Bunda.Setelah Bunda menjawab itu tiba-tiba tak seorangpun diantara kami yg mengeluarkan suara,kami terdiam sejenak,hening sekali.Suasana sore yg sudah mulai gelap terlihat,dingin mengundang rasa perih dan kerinduan yg menyelimuti hati kami,ya rindu pada sosok sahabat kami Aldira,aku berdiri dan beranjak untuk melihat Aldira dari kaca lagi, diikuti Gio yg sedaritadi juga belum mengeluarkan kata-kata untukku.“Ini tidak rumit,ini terjadi dengan cepat,namun mengapa akibatnya separah ini?” Suaraku memecah keheningan diantara aku dan Gio.Dia menoleh kearahku terlukis pada wajahnya yg indah itu kekhawatiran yg sangat dan kerinduan,namun ia tetap terlihat tersenyum. Walaupun aku tau itu adalah senyum terpaksa, “Ya,mungkin ini salahku yg tidak mengajaknya untuk pulang bersama,padahal rumahnya dekat dan searah denganku.” Kata Gio dan dia mulai menurunkan bulir air yg mengalir lembut dipipinya,dia terisak,dia menyesal,dia benci pada dirinya sendiri,akibat kecerobohannya,akibat ketidak peduliannya pada Aldira yg trauma tentang penyebrangan, lintasan lalu lintas yg ramai oleh mobil dan motor yg saling berkejaran.Tidak,tapi aku yakin Gio tidak bermaksud seperti itu,aku tau persis bagaimana Gio,pasti Gio terlupa bahwa Aldira tidak dijemput,tidak dapat menyebrang sendiri, takut akan mobil dan motor yg saling berkejaran dengan kecepatan tinggi,takut akan jalan raya yg luas dan ramai.Ya,Tuhan mungkin ini sudah takdir,yg Kau tentukan,Kau berikan sahabatku cobaan,Kau berikan cobaan ditengah hangatnya dan bahagianya persahabatan kami,disaat kami butuh canda dan tawa bersama,disaat salah satu dari kami jenuh dan butuh perhatian dan hiburan,disaat kami ingin mengadakan dan menciptakan suasana yg lebih harmonis dan mengabdikan moment itu pada liburan kami yg kali ini,menciptakan sesuatu hal yg baru dan yg belum pernah kami lakukan. Tapi baru beberapa jam kami berpisah untuk istirahat sejenak dirumah kami masing-masing, baru beberapa jam sebelumnya kami bercanda ria mengobrolkan tentang kesukaan, fashion dan liburan kali ini,tapi dengan waktu itu Kau memberikan cobaan disaat kami sedang ingin bergembira ria, mengabdikan moment kebersamaan,Ya Tuhan bangunkanlah Dira,biarkan dia menikmati hidupnya bersama kami dengan penuh canda dan tawa,sadarkan dia ,sadarkan bahwa kami disini menunggui dirinya, menanti kesadaran dirinya, menahan rindu yg begitu dalam akan gurauannya, menahan rasa perih yg kian mendalam.Tuhan kumohon..


Maaf ya guys, ini part 5 nya kurang menarik emang, terlalu ke sadness. Kira-kira Aldira akan bangun gak ya? Atau ada sesuatu yang lebih mendalam kesedihannya akan terjadi pada persahabatan Kyrey,Gio,& Dira?? Terus bagaimana dengan hubungan Kyrey dan lelaki bule itu? Tunggu di part selanjutnya ya! (:

My first story continues -Life,Love,&Death part4

This is part4 for you!! ;))


Jevieza Efrayim (unknown X)
Hai,aku ingin memberikan kabar untukmu. Apakah kau mau mendengarnya?
Kyrey Alyysa Albart (Albartoren)
Tentu saja, aku ingin mendengarnya, apa kabar itu?

Jevieza Efrayim (unknown X)
Hem,aku tak yakin..kau akan senang?

Kyrey Alyysa Albart (Albartoren)
Memangnya mengenai apa?

Jevieza Efrayim (unknown X)
Tempat tinggal

Kyrey Alyysa Albart (Albartoren)
Kau pindah kesini? keIndonesia?

Jevieza Efrayim (unknown X)
Ya
& Aku janji akan pindah kesekolah tempat kau berada juga menjadi sahabat laki-laki pertama untukmu? Bagaimana?

      ‘DUG’ Tiba-tiba jantungku seperti meloncat kegirangan,aduh apa-apaan sih perasaan ini,kenapa jadi gini? Aku memutuskan untuk tidak membalas pesannya aku ingin menguji diriku sendiri,menguji persaanku terhadapnya,tapi tunggu sebentar,mata biru yg dimilikinya mirip sekali dengan lelaki bule bermata biru yg meminjami ku topi,mungkinkah? Akh,tak mungkin! Aku jadi seperti orang tak waras,bertanya dan menjawab sendiri. Sebenarnya aku bermaksud bertanya pada hatiku sendiri makanya jadilah aku tanya-jawab antara diriku dan hatiku. Tapi,kucoba lagi melihat fotonya lebih dekat/ku perbesar,jadilah seperti ini :


      Oke,dia memang terlalu seperti orang dewasa kupikir,tapi umurnya sama denganku,aku tak percaya dia mirip sekali dengan lelaki yg meminjamiku topi tadi pagi.Dia itu kupikir pantasnya jadi Mahasiswa bukan anak sepertiku,ya kupikir begitu lebih baik. Ku download fotonya dan ku simpan difile ku dan kuputuskan untuk offline sementara waktu.Aku mematikan dvd player yang sedang berputar dan ku ambil BB ku yg ada didalam tas dan kulihat beberapa BBM dari Bunda masuk,kubuka dan isinya sama semua :

Hai,sayang apakah kamu baik2 saja? Sudah makan belum?
nanti malam bunda rulahg jadi kita dinner keluar ya?




òiò¡aha©"òbartersh Ö
      Yes,akhirnya Bunda mengajakku keluar nanti malam,sudah lama aku tak merasakan angin malam,tapi tunggu dulu, aku aneh, tumben sekali Bunda mengerti aku sedang jenuh dirumah padahal biasanya sama sekali tak memikirkan perasaanku dan hanya memikirkan pekerjaan dan uang jajanku . lalu ku reply BBMnya :
kgreg aòggda "òbartÔ
·                                                                                                                Aku baik2 saja,sudah,Oke deh J *HmJ\
 

      kusend dan deliv (terkirim) udah ada tulisan Ò berarti balesanku udah dibaca sama Bunda, dan ada BBM lagi ya, jawaban dari Bunda :
 
òiò¡aha©"òbartersh Ö
                                                Baiklah kalau begitu, damrai hahti Baby J *kixx

Setelah melihat balasan Bunda aku tak membalasnya lagi,karena aku lagi malas BBMan sama Bunda terlalu lama.Aku meletakan BB ku dan menyalakan lagu dilaptop,entah karena apa tiba-tiba saja aku tidak mau on di FB ataupun twitter. Setelah lagu 1D meluncur Gotta be you,OMG lagu ini membawaku santai saat mendengar suara Zayn bernyanyi, ku ambil kembali BB dan kupasang status BBM ku untuk Jevieza/lelaki bule bermata biru yg jelas.Seperti ini :
’ Protect me, love me, hug me, hold me, smile with me, laugh with me but just don't hurt me with your lies and fake promises.X
©’ Tapi sejenak aku berpikir sebelum kutekan enter karena jika aku memasang status BBM seperti ini teman-teman atau saudara-keluargaku mengira aku pacaran,padahal hanya sekedar kata-kata yg nggak tersampaikan,tapi siapa peduli mau dikata apa aku akan tetap memasang status BBM itu.Lalu kutekan enter dan status BBM ku berubah, dan beberapa menit kemudian ada SMS dari Gio :
Gio “Eciiee,,suit-suit statusnya.
J
Me “Hehehe.. memangnya kenapa,Gi?”
Gio “Ngg.. nggak apa2 sih,Cuma ngecengin aja wkwkw”
Me “Kau mirip bebek ketawanya :p”
Gio “Hah? Iya sieh :D tapi orangnya tetep cantik dan imutkan?
J
Me “Ikhh. PeDe abis deh kamu :p”
Gio “Biarin :p ,eh BTW sore ini ada acara nggak,Rey?”
Me “
J hem,nggak ada,tapi kalau malam ada,Gi”
Gio “Bisa nggak kita jalan? Aku BeTe sekali dirumah.”
Me “Bisa aja,memangnya orang tuamu dan kakakmu kemana?”
Gio “
J Mereka pergi kerjaan numpuk katanya,kakakku berlibur keBali,lagipula besok kita libur”
Me “Ya,baiklah kita ketemu dimana?”
Gio “Bagaimana kalu di Sevel?”
Me “Apa kita sebaiknya mengajak Dira juga?”
Gio “Aku sudah megiriminya BBM dan sudah kutelpon berXX tapi tidak ada  respon.
L
Me “Ohh my God, Semoga saja dia baik2 saja,Baiklah! Jam berapa?”
Gio “I Hope also that,babe.
J Jam 15.30 setelah kau menjalankan ibadahmu?”
Me “Aku sedang halangan.”
Gio “Baiklah kalau begitu diundur jadi jam 15.00 sudah diSevel?”
Me “Oke
J bye see you later babe.”
Gio “Bye- Honey *hug :p”
Kuletakan BB dikasur dan kumatikan laptop serta kusimpan dan membereskan kamar seketika kamarku rapi dan bersih, saat membereskan kamar tadi, aku hanya memikirkan Dira, tidak biasanya dia bersikap acuh pada kami, eum.. maksudku bukan acuh sih,tapi dia tak merespon semua komunikasi dari kami, aku juga coba menghubunginya, dan hasilnya nihil! Melihat jam sudah jam 13.26 aku harus buru-buru mandi. Setelah mandi aku mencari baju yg pas untuk ke Mall, kutemukan baju yg cocok kaos putih yg bertuliskan ‘I’m Directioners’ dan bergambar personil 1D tapi dalam bentuk kartun dan berwarna putih dengan sedikit gemerlap seperti mengkilapnya glitter,dan kukenakan celana pencil sebagai pasangannya dengan warna Abu-abu sedikit biru tanpa gambar dan ikat pinggang yang melingkari pinggangku berwarna abu-abu bergambar insial huruf ‘KY’ yg berarti Kyrey namaku,kumasukan kaos kedalam celana agar terlihat ikat pinggangnya. Hem,sekarang aku bingung rambutku harus bagaimana agar terlihat cocok dengan style yang sekarang.Akhirnya kuputuskan untuk memakai bandana saja polos berwarna putih,kulihat fashionku dikaca dan ada 3 benda yg tetap menempel menghiasi setiap penampilanku dan tak pernah ku ubah yaitu, kalung yin&yang tetap tergantung dileherku,gelang warna coklat dengan liontin gelang berbentuk burung hantu tetap menghiasi pergelangan tanganku., itulah kalung dan gelang masalalu ku yang tak pernah bisa dan tak akan bisa untuk dilupakan, dan tak lupa juga anting pemberian Bunda yg berbentuk hati tetap kukenakan. Kulirik jam ditanganku yg berwarna putih dan sudah jam 14.15 dan sekarang aku harus mencari sepatu dan tas yg harus kukenakan ya ampun repot sekali aku ini. Ku ambil sepatu yg baru kubeli lewat online yap,sepatu favorite ku yang bertuliskan “What the fuck Haters” berwarna abu-abu dan alas bawahnya berwarna putih juga tas slempang berwarna abu-abu dengan tali rantai putih. ‘Selesai’ Gumamku lega dan waktu menunjukan pukul 14.38 sebentar lagi jam 3 sore ‘aku harus cepat’ batinku dalam hati. Tanpa pamitan karena saat aku diruang depan tak ada orang satupun,kuputuskan untuk memberitahukan nanti saja lewat telpon bahwa aku pergi ke Mall. Kulangkahkan kakiku agak cepat karena aku takut terlambat menemuinya,ya sudah hampir 6th ini aku mengenal Gio dan aku tau apa yg paling tak disukainya ‘datang terlambat’ ‘menunggu’ ‘dibohongi’ ah,lupakan itu. Kuputuskan untuk berhenti berjalan dan menunggu taksi didepan Pos Satpam komplek rumahku, tak lama kira-kira 4 menit taksi melintas dan aku menyetopnya,lalu segera aku  naik taksi. Sesampainya aku melihat Giovanni yg sudah disana dengan slurpee-nya,baju yg ia kenakan praktis sangat mencolok karena warnanya pink! Dan semua aksesoris dari atas sampai bawah serba pink pula,kuhampiri dan dia melambaikan tangan padaku.“Lama nunggu?” Tanyaku seraya menarik bangku dan duduk dihadapannya. “Ehm,tidak juga sih.” Jawabnya ramah sambil asik memainkan sedotan minuman ditangan kanannya. “Kurasa aku haus,sebentar ya,Gi.” Kataku dan langsung meninggalkannya diikuti anggukkannya,beberapa saat aku kembali dengan minuman dan keripik singkong ditanganku dan kembali duduk.Kusodorkan keripik singkong kesukaanya dan langsung disambar dengan senyum yg membuatku ingin tersenyum juga. ”Jadi kita mau kemana sore ini?” Ucapku setelah membeli minuman yg sama dengannya, “Ke GI aja deh yuk,gimana?” Katanya sambil memakan keripik singkong yg bermerek ‘kusuka’ ,aku hanya mengangguk karena mulutku penuh dengan slurpee yg pas buat tenggorokanku saat ini.Selepas itu kami berjalan sambil mencari taksi ya,karena rumah kami lumayan jauh dari Grand Indonesia.”Grand Indonesia ya Tn.Bang.” kataku langsung masuk kedalam taksi tersebut bersama Gio.”Memangnya nanti malam kau ada acara apa,Rey?” Tanya Gio padaku. “Cuma,dinner keluar sama Bunda,eh,bagaimana jika nanti malam kau ikut dinner bersama aku dan bunda?” Tanyaku balik. “Apa tak mengganggu?” “Tentu saja tidak!” Potongku cepat.
Tiba-tiba saja perasaanku mulai tak enak,aku tidak tau kenapa,yg jelas rasanya aku benar-benar ingin pulang,tapi cepat-cepat kutepis perasaan dan pikiranku yg tak enak ini,karena bisa mengacaukan hang-out pertamaku diliburan ini. “Kau kenapa?” Tanya Gio kepadaku,akupun yg sedang menggigit bibir bawahku hanya diam dan tak merespon pertanyaan Gio sama sekali, “Hei!” Katanya lagi padaku dan refleks kali ini aku tersentak kaget karena suara yg dia keluarkan lumayan menggema di gendang telingaku.”Eh,iya,hem ada apa?” Jawabku setengah kebingungan. “Kau sedang memikirkan apa? Apa kau punya masalah?“ Tanyanya berturut-turut. “Hem,kurasa aku hanya sedang melamun tanpa memikirkan apapun,hehe.” Kataku cengengesan. “Jangan bercanda aku tau kamu,jika kau menggigit bibir bawahmu dan seperti sedang melamun itu pertanda kau gelisah dan sedang ada masalah/hal lain yg membuatmu tidak tenang.” Jelasnya panjang lebar. “Ehm.. tapi aku sangat yakin aku tidak apa-apa,Gi.” Jawabku membela diri. “Ayolah,aku tau persis karaktermu,” Bantahnya aku terdiam dan tiba-tiba ‘Drrrtttt drrrtt drrrrtttt..’ BB ku bergetar cepat-cepat kuambil entah kenapa tanganku gemeteran saat membuka tas,Gio yg melihat tingkahku menatap dengan heran seperti tatapan dengan arti ‘apa sih yg kau pikirkan sebenarnya’ kurang lebih begitu.


Hem,, kira-kira apa yang bakalan terjadi ya?
Siapa yang menelpon?
Tunggu dipart 5 guys, ;))
I'm Taken with Zayn