Enjoy reading, sweetie ;))
”Ha..halo.” Kataku
tergagap saat mengangkat telpon dari nomor yg tak ku kenal. “Halo,sayang kamu
dimana? Ada kabar buruk..” Jawab seorang wanita disebrang telpon dan aku yakin
itu suara Bundaku langsung aku terlonjak kaget dengan kata-kata Bunda,
“Ap..Apa?” Balasku,Gio yg sedaritadi melihatku memberi isyarat agar
percakapanku dengan Bunda diloudspeaker, “Aldira,sayang..” Kata-kata Bunda
menggantung, membuatku dan Gio penasaran “Ada apa Bun,?Apa yg terjadi pada
Aldira?” Tanyaku. “Dia kecelakaan sayang,bisakah kau ke R.S Angkatan Laut
sekarang?” “Ba..baik..” langsung kututup telpon dari Bunda, Gio yg tak percaya
menutup mulutnya sambil menggeleng, “Pak,Gak jadi ke GI. ke R.S.Angkatan Laut!”
Kataku pada supir taksi itu.Aku hanya menahan air mata agar tak jatuh dipipiku
aku yakin Dira pasti baik-baik saja, kulihat Gio yg telah menitikan air mata
menuruni pipinya yg chubby itu,kupeluk erat tubuhnya dia juga memelukku
kembali.Aku tak bisa lagi menahan air mataku untuk tidak keluar akhirnya aku
pun menangis seperti Gio,ya bagaimana kami tidak menangis,yang kecelakaan
adalah sahabat bagi Gio dan sahabat juga sepupu bagiku kami bertiga sudah akrab,sedangkan
aku dan Dira telah akrab sejak kami kecil namun saat kami berumur 8th Dira
pindah dengan orang tuanya keBoston. Begitu perih hatiku mendengar kabar ini
ingin sekali aku berteriak memanggil namanya,ternyata jalan kami ke Rumah Sakit
tidak macet ataupun hambatan aku sangat bersyukur akan hal itu jadi kami cepat
sampai dan bisa secepatnya menemui sepupu serta sahabat tercinta.
~”~
Turun
dari taksi aku langsung membayar ongkos dan berlari bersama Gio menuju kamar yg
dikasih tau oleh Bunda lewat SMS, selang beberapa menit aku menemukan
kamarnya,dan kulihat dari kaca terlihat Aldira yg terbaring lemah dan terlelap
dalam masa kritisnya,ya sekarang dia berada diruang UGD,kulihat Bunda dan
kuhampiri dirinya,“Bunda,bagaimana ini bisa terjadi?” Tanyaku lirih.“Rumit,sayang.”Katanya dengan seraya memelukku,sedangkan Gio yg melihatnya hanya terpaku dan terduduk pada bangku panjang yg kosong, sepertinya dia sedang merenungkan mengapa ini terjadi pada sahabat dekatnya. “Aku ingin mengetahuinya.” Jawabku sambil memeluk Bunda kembali.Lalu Bunda mengajakku mendekati Gio dan duduk disampingnya.Bunda pun mulai menceritakannya, “Saat pulang sekolah tadi,Dira tidak dijemput supirnya,karena tiba-tiba pulang sekolahnya pada jam yg masih pagi sekitar jam 08.30 kan?” Aku dan Gio hanya mengangguk,ya benar tadi memang sekolahku mengadakan rapat guru dan kami pulang lebih awal dikarenakan juga besoknya sudah mulai libur.Bunda melanjutkan “Kalian kan tau Dira itu tidak bisa menyebrang ke Halte bus,kalian taukan,Dira tidak bisa menyebrang karena trauma akibat kecelakaan yg dialami kakak laki-lakinya?” Tanya Bunda lagi. Sekali lagi kami mengangguk,sepertinya untuk saat ini yg bisa aku dan Gio lakukan untuk menjawab semua pertanyaan hanya anggukan jika ‘Ya’ dan gelengan jika ‘Tidak’.”Dan,tadi menurut saksi dari siswa lain yg melihatnya Dira tiba-tiba nekat menyebrang tanpa tengok kanan dan kiri lalu ada mobil berwarna Hijau mengkilap menabrak Dira sepertinya mobil itu dengan kecepatan tinggi sehingga Dira terlempar jauh dari tempat semulanya.” Jelas Bunda panjang lebar.”Lalu apakah mobil yg menabrak melarikan diri?” Suara Gio yg menanyakan dengan suara yg amat berat dan serak seperti tak mempunyai suara atau seperti orang sedang sakit radang tenggorokan.”Ya,dia melarikan diri dan mungkin saja ada salah satu siswa yg mengetahui nomor mobilnya.” Jawab Bunda.Setelah Bunda menjawab itu tiba-tiba tak seorangpun diantara kami yg mengeluarkan suara,kami terdiam sejenak,hening sekali.Suasana sore yg sudah mulai gelap terlihat,dingin mengundang rasa perih dan kerinduan yg menyelimuti hati kami,ya rindu pada sosok sahabat kami Aldira,aku berdiri dan beranjak untuk melihat Aldira dari kaca lagi, diikuti Gio yg sedaritadi juga belum mengeluarkan kata-kata untukku.“Ini tidak rumit,ini terjadi dengan cepat,namun mengapa akibatnya separah ini?” Suaraku memecah keheningan diantara aku dan Gio.Dia menoleh kearahku terlukis pada wajahnya yg indah itu kekhawatiran yg sangat dan kerinduan,namun ia tetap terlihat tersenyum. Walaupun aku tau itu adalah senyum terpaksa, “Ya,mungkin ini salahku yg tidak mengajaknya untuk pulang bersama,padahal rumahnya dekat dan searah denganku.” Kata Gio dan dia mulai menurunkan bulir air yg mengalir lembut dipipinya,dia terisak,dia menyesal,dia benci pada dirinya sendiri,akibat kecerobohannya,akibat ketidak peduliannya pada Aldira yg trauma tentang penyebrangan, lintasan lalu lintas yg ramai oleh mobil dan motor yg saling berkejaran.Tidak,tapi aku yakin Gio tidak bermaksud seperti itu,aku tau persis bagaimana Gio,pasti Gio terlupa bahwa Aldira tidak dijemput,tidak dapat menyebrang sendiri, takut akan mobil dan motor yg saling berkejaran dengan kecepatan tinggi,takut akan jalan raya yg luas dan ramai.Ya,Tuhan mungkin ini sudah takdir,yg Kau tentukan,Kau berikan sahabatku cobaan,Kau berikan cobaan ditengah hangatnya dan bahagianya persahabatan kami,disaat kami butuh canda dan tawa bersama,disaat salah satu dari kami jenuh dan butuh perhatian dan hiburan,disaat kami ingin mengadakan dan menciptakan suasana yg lebih harmonis dan mengabdikan moment itu pada liburan kami yg kali ini,menciptakan sesuatu hal yg baru dan yg belum pernah kami lakukan. Tapi baru beberapa jam kami berpisah untuk istirahat sejenak dirumah kami masing-masing, baru beberapa jam sebelumnya kami bercanda ria mengobrolkan tentang kesukaan, fashion dan liburan kali ini,tapi dengan waktu itu Kau memberikan cobaan disaat kami sedang ingin bergembira ria, mengabdikan moment kebersamaan,Ya Tuhan bangunkanlah Dira,biarkan dia menikmati hidupnya bersama kami dengan penuh canda dan tawa,sadarkan dia ,sadarkan bahwa kami disini menunggui dirinya, menanti kesadaran dirinya, menahan rindu yg begitu dalam akan gurauannya, menahan rasa perih yg kian mendalam.Tuhan kumohon..
Maaf ya guys, ini part 5 nya kurang menarik emang, terlalu ke sadness. Kira-kira Aldira akan bangun gak ya? Atau ada sesuatu yang lebih mendalam kesedihannya akan terjadi pada persahabatan Kyrey,Gio,& Dira?? Terus bagaimana dengan hubungan Kyrey dan lelaki bule itu? Tunggu di part selanjutnya ya! (: