I'm Taken with Zayn
WRITER WANNABE HERE :)


Jumat, 27 Juli 2012

Cerpen "Sesat Namun Baik Untukku, Mungkin?" by @RealNabilla_

                Kupandangi langit-langit kamarku, hatiku terasa perih mengingat kejadian 8th silam,entah mengapa aku teringat masa lalu itu,masa lalu yg menurutku sudah harus dilupakan dan dikubur dalam-dalam.Aku benci pada diriku sendiri, rasanya jika aku diberi permintaan yg langsung dikabulkan oleh Tuhan,ingin kupinta pada Tuhan untuk mengulang waktu dan aku akan memperbaiki segalanya, aku janji jika itu nyata.

2004-31 Desember
                Tahun baru ini, moment yg cukup membuatku bahagia,bagaimana tidak, aku merayakannya dipulau Bali dengan suasana Pantai Kuta, look so beautiful. Sudah 3 hari ini aku di Bali menikmati setiap senja di Pantai yg sangat indah ini, tambahlah kelengkapan kegembiraanku karena ada 3 sahabatku disini menemani liburan tahun baruku di Bali.Oh ya aku dan 3 sahabatku ini bersahabat sudah 4th lamanya dari mulai pertama masuk SMP sampai pertama masuk SMA . Aku sekolah di SMA N 25 Jakarta, ya itu termasuk SMA favorit di Jakarta. Sahabatku ada 3 mereka beraneka ragam layaknya budaya Indonesia, yg kurus tinggi kulit sawo matang dengan rambut panjang lurus namanya Sisy, yg putih mata sipit rambutnya panjang coklat indah namanya Sese’ ya dia merupakan yg tercantik diantara kami menurutku, tapi ada yg lebih lumayan namun kekurangannya merubah segala fisiknya, ya dia menderita penyakit kanker otak,dan leukimia wajahnya yg berseri terkadang terlihat lesu dan sering terlihat pucat, rambutnya ikal, dengan lesung pipi yg membuat setiap senyumannya terlihat sempurna, dan dia selalu mengatakan ‘tidak apa-apa/tidak ada’ jika ada masalah tentang penyakitnya,dia selalu berusaha menjadi ‘Baik-baik saja’ didepan kami semua, termasuk orang tuanya, gurunya, pacarnya, dia tidak pernah mengeluh. Walaupun dia mempunyai pacar yg super perhatian akan penyakitnya, terlebih sayang padanya, selalu menemaninya, tapi dia selalu berkata ‘tidak apa-apa’ . Jujur saja terkadang aku iri dengannya ya karena dia selalu mendapatkan apa yg dia mau contohnya dia SELALU mndapat peringkat 1 atau 2 dari SMP mungkin di SD juga,& dia SELALU digemari, didekati para laki-laki yg cool disetiap sekolah yg dia tempati,aku juga tak tau mengapa bisa begitu, mungkin karena dia cantik namun kelebihanku darinya itu sudah melampaui dia yaitu aku tak punya penyakit.”La,kamu ngapain diem aja disini udah malem loh,nanti kamu sakit masuk yuk.” Aku kaget seseorang yg memegang pundakku membuatku merinding dengan suaranya yg lembut menyentuh telinga,aku menoleh dan mendapati sahabatku ya dia Dela, wajahnya pucat tapi tetap tersenyum manis yg membuatku ingin tersenyum juga,masih dengan senyum. “Kau kelihatan kurang sehat sepertinya, wajahmu pucat, Del.” Kataku seraya masuk kedalam vila tanteku ya aku menempati vila itu selama beberapa hari di Bali dengan sahabatku secara ‘FREE’. Dia tersenyum lagi.“aku nggak apa-apa kok, tenang aja,La” Katanya, ya dia selalu berusaha terlihat baik baik saja didepan semua orang.”Kalo,kamu sakit atau gak enak badan bilang ya,jadi kita bisa pulang lebih cepat.” Kataku lembut setelah sampai diruang TV dengan 2 sahabatku yg lain. “Nggak apa-apa, kalo ada apa-apa aku bisa pulang sendiri,La aku gak mau bikin kalian repot dan ngerusak liburan kalian.” Kata Dela. “Nggak,pokoknya kamu itu udah jadi saudara kami,kamu itu tanggung jawab kita.” Kata Sese’ unjuk bicara.”Aku RT ya.” Lanjut Sisy, aku tersenyum melihat ke2 sahabatku juga memiliki perhatian yg lebih untuk Dela.

 
^SKIP^

 
             Hari ini aku udah masuk sekolah lagi setelah liburan kemarin, tiba-tiba BB ku bergetar, kulihat ehm,ada yg Invite aku kulihat namanya dan.. ternyata itu sahabat pacarnya Dela ya namanya Rangga, ku accept,lalu aku ngechat dia
‘Minta pin Reva dong.’
‘Reva pacarnya Dela?’
‘Ya’

 
             Setelah dikasih aku invite dan dia accept ‘yes’ pekikku dan aku gak sadar kalo aku bodoh udah jatuh cinta sama pacar sahabatku sendiri,ya ampun! ^SKIP^ Gak kerasa hubunganku dengan Reva semakin dekat setelah beberapa tahun ini. Dekat karena keseringan BBM-an setiap hari,dia makin perhatian sama aku, sering bikin aku GR dengan panggilan sayangnya buat aku,walaupun aku tau dia sayang aku cuma sebagai sahabat.kelas 3 Ini di th.2007 aku dan teman-teman akan menghadapi ujian nasional,tapi aku sungguh prihatin dengan keadaan Dela yg semakin memburuk,dia semakin terlihat pucat dan kurus namun keadaan fisiknya saat ini tidak mengurangi rasa cinta & sayang Reva padanya itulah yg membuatku jatuh cinta pada Reva.^SKIP^ Try Out hari terakhir Dela malah tidak masuk karena sakit ringan katanya padahal jelas aku dan sahabatku tau dia sakit parah bukan ringan. Kami nggak bisa menjenguknya hanya menelpon mamanya karena besoknya kami ada ujian praktek.Saat diperjalanan pulang entah mengapa perasaanku pada Reva seperti tak bisa kutahan lagi dan ingin kukeluarkan,tapi aku tak bisa,aku akan merusak persahabatanku dengan Dela.Akhirnya aku mengirim BBM pada Reva untuk bertemu nanti sore di sebuah cafe.

^SKIP^ 

 
            ‘Hai’ sapanya dan duduk didepanku,ya aku tersenyum,jujur saja aku terpesona dengan penampilannya sore ini.’What’s up baby? Hehe.” Katanya cengengesan, “Eum,aku boleh jujur gak sih sama kamu,sebelum semuanya udah terlanjur?” tanyaku dengan wajah serius,dan ketika Reva tau aku mulai bicara serius dia juga mulai serius. “Bolehlah masa gak boleh sih,memang mau jujur apa?” katanya santai. “My feeling,Rev.” Kataku tertunduk ya aku harus siap-siap menahan malu. “Your feeling? Trust me,La?” perintahnya padaku. “Aku takut kamu marah setelah itu.” Kataku masih tertunduk. “No,i promise” katanya memegang tanganku hangat. Aku menghela nafas panjang dan mengumpulkan semua perasaan dan mulai bercerita dari awal sampe akhir ttg perasaanku pada Reva yg kian berkembang. Dia tersenyum dan tapi aku menceritakan semuanya sambil tetap menunduk,lalu dia melepaskan genggamnya setelh aku cerita dan dia memegang dagu ku dan membuat ku mengangkat kepalaku yg sedaritadi menunduk menutupi perasaan malu. “Actually, my feeling same, but i love Lyla more than i love you.” Katanya lembut,aku tak percaya dia juga cinta sama aku, “So, can i be your girlfriend?” kataku, “No,” katanya “why?” “I love lyla, i can’t be your boyfriend and .. i keep love lyla .i’m sorry.” Katanya menyesal. “You cruel, “ kataku mulai menangis dan bergegas meninggalkannya.  Reva mengejarku aku tau hanya trik ini yg bisa membuat hati Reva tak tega dan akan melakukan apa saja untuk seseorang yg dia cintai,aku tau sifat Reva yg ini dari Rangga sahabatnya. “Please,don’t go.” Katanya menarik tanganku dan aku menoleh. “Let me go.” Kataku memalingkan wajah dan hendak pergi lagi,dan tiba-tiba dia langsung merengkuhku dia memelukku dalam pelukan hangatnya erat sekali sehingga aku tak bisa menolaknya, ku akui hari sudah malam, aku juga memeluknya kembali dan menangis dalam pelukannya.sessaat kemudian dia berkata “I Love you,this moment,La.” Kalimat itu spontan membuat hatiku berlonjak kegirangan, tapi sebagian lagi perasaanku mulai tak enak ya karena aku ingat Dela,ya Tuhan maafkan aku,Dela maafkan aku juga ya. “Kenapa diam?” katanya yg membuatku kaget karena sedang berdo’a untuk permohonan maafku pada Tuhan dan Dela juga pada persahabatan kami selama ini.”No, so?” kataku, “Now, we in relationship “ katanya sambil mengecup keningku dan mengusap rambutku. 

^SKIP^

 UN berlangsung hari ini,dan ada Dela dikelasnya,aku hanya melihatnya dari jauh karena aku liat dia sedang serius belajar, tapi dia berbeda sekali dia lebih kurus lagi seakan tinggal tulang dibadannya,dan wajah pucat,dan kepalanya ditutupi topi rajut pemberian Reva,aku tau pasti rambutnya dipotong akibat kanker otak yg dideritanya.sejenak aku merasa bersalah akan apa yg kuperbuat tempo hari pada Reva,tapi aku berpikir ini ‘Sesat namun Baik untukku’,^SKIP^ Hari ini penyerahan hasil UN waw,aku berangkat dengan Motor matic ku Mio dan kutancapkan gas,saat dijalan BB ku bergetar aku mengangkatnya sambil mengendarai motor “Halo” kataku “Hai,kamu dimana,La.kita semua udah dirumah sakit,kanker Dela semakin parah udah stadium 4 leukimianya juga udah memburuk,” Terdengar suara Sisy yg menangis dan Sese’ yg menceritakannya sambil terisak, “Oke,aku segera kesana,aku janji demi Dela..” kataku dan aku mulai sadar apa yg telah kuperbuat pada hubungan Dela dengan Reva, Ya Tuhan semoga ini bukan akhir dari hidup Dela, semoga masih ada hari esok yg dapat kami perbaiki, semoga umurku dan Dela masih panjang, Semoga Dela masih dapat bertahan untuk hidup,dan semoga Dela dapat memaafkan kesalahanku Tuhan, semoga,semoga saja ya Tuhan,kabulkanlah.Kataku meminta dalam hati saat mengendarai motorku dan aku mulai menangis pikiranku kacau aku bingung bagaimana jika Dela.. akh tak mungkin aku harus OPTIMIS Dela masih bisa hidup lebih dari hari ini, “DELA MAAFKAN AKU..” Kataku berteriak sambil menaiki motorku dan tiba-tiba ‘tiiiiiiiiinnnn tiiiiinn’ saat aku melihat ada truk besar akan menyerang motorku namun aku sudah tak bisa mengelak dan,semua hilang.~

 
                “Dela,mengapa kau pergi meninggalkan kami,meninggalkan semua kenangan kita,menutup semua kegiatan kebersamaan kita?” kata Sese’ masih terisak, “Lyla,sadarlah La,kami disini menungguimu..selalu disini sampai kau bangun tapi setelah kami pergi kepemakaman Del.a” kata sisy memegang tanganku. Reva mengecup kening Dela untuk yg terakhir,ya dia juga sudah menceritakan semuanya pada Dela,saat hembusan terakhirnya,namun Dela sudah tidak dapat berkata,merespon apa yg dibicarakan,mendengar,hanya terdiam mematung,tak bernafas lagi,nadinya tak berdenyut lagi,inilah akhir hidup Dela dengan meninggalkan sejuta kenangan indah untuk kami kenang,ya semuanya sudah terlambat bagi Reva.”Sayang,maafin aku ya.selamat tinggal,jangan lupain aku,nanti kapan2 aku nyusul kamu.” Kata reva yg masih larut dalam kesedihannya. Ya bgaimna tidak Reva dan Dela sudah menjalin hubungan selama 5 th. Mereka serius dengan hubungan mereka,dan aku menghancurkannya dan maut memisahkan mereka jadi spenuhnya bukan salahku kupikir.

^SKIP^

 
             Setelah koma selama 3th aku sadar namun aku tak kuliah aku menjalani perwtan diSingapura,dan aku sudah tidak pacaran dengan Reva,karena Reva mengalami stress dan akhirnya dia sedikit tidak waras dan dikirim ke Malaysia tempat asalnya bersama Ortunya,dan setelah 2th aku pulang kerumah dan Aku,Sisy,danSese’ menjalani hidup tanpa dia,tanpa senyumannya,mungkin ini yg terbaik daripada kami harus kasihan jika Dela tersiksa akan penyakitnya,kami harus merelakan itu semua. Terlambat sudah semua permohonan maafku pada Dela,ku hrap Tuhan menerima dan menyampaikan sejuta maafku pada Dela,Hal yg kulakukan pada hubungan Dela dan Reva itu
Sesat tapi aku juga berpikir itu baik untukku,walau menyakitkan pada akhirnya,mungkin? #ee##################
”Maafkan aku Dela.” *******END*******

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

I'm Taken with Zayn