Cerpen "Sesat Namun Baik Untukku, Mungkin?" by @RealNabilla_
Kupandangi langit-langit
kamarku, hatiku terasa perih mengingat kejadian 8th silam,entah mengapa aku
teringat masa lalu itu,masa lalu yg menurutku sudah harus dilupakan dan dikubur
dalam-dalam.Aku benci pada diriku sendiri, rasanya jika aku diberi permintaan
yg langsung dikabulkan oleh Tuhan,ingin kupinta pada Tuhan untuk mengulang
waktu dan aku akan memperbaiki segalanya, aku janji jika itu nyata.
2004-31
Desember
Tahun baru ini, moment yg
cukup membuatku bahagia,bagaimana tidak, aku merayakannya dipulau Bali dengan
suasana Pantai Kuta, look so beautiful. Sudah 3 hari ini aku di Bali menikmati
setiap senja di Pantai yg sangat indah ini, tambahlah kelengkapan kegembiraanku
karena ada 3 sahabatku disini menemani liburan tahun baruku di Bali.Oh ya aku
dan 3 sahabatku ini bersahabat sudah 4th lamanya dari mulai pertama masuk SMP
sampai pertama masuk SMA . Aku sekolah di SMA N 25 Jakarta, ya itu termasuk SMA
favorit di Jakarta. Sahabatku ada 3 mereka beraneka ragam layaknya budaya
Indonesia, yg kurus tinggi kulit sawo matang dengan rambut panjang lurus
namanya Sisy, yg putih mata sipit rambutnya panjang coklat indah namanya Sese’ ya
dia merupakan yg tercantik diantara kami menurutku, tapi ada yg lebih lumayan
namun kekurangannya merubah segala fisiknya, ya dia menderita penyakit kanker
otak,dan leukimia wajahnya yg berseri terkadang terlihat lesu dan sering
terlihat pucat, rambutnya ikal, dengan lesung pipi yg membuat setiap
senyumannya terlihat sempurna, dan dia selalu mengatakan ‘tidak apa-apa/tidak
ada’ jika ada masalah tentang penyakitnya,dia selalu berusaha menjadi ‘Baik-baik
saja’ didepan kami semua, termasuk orang tuanya, gurunya, pacarnya, dia tidak
pernah mengeluh. Walaupun dia mempunyai pacar yg super perhatian akan
penyakitnya, terlebih sayang padanya, selalu menemaninya, tapi dia selalu
berkata ‘tidak apa-apa’ . Jujur saja terkadang aku iri dengannya ya karena dia
selalu mendapatkan apa yg dia mau contohnya dia SELALU mndapat peringkat 1 atau
2 dari SMP mungkin di SD juga,& dia SELALU digemari, didekati para
laki-laki yg cool disetiap sekolah yg dia tempati,aku juga tak tau mengapa bisa
begitu, mungkin karena dia cantik namun kelebihanku darinya itu sudah melampaui
dia yaitu aku tak punya penyakit.”La,kamu ngapain diem aja disini udah malem
loh,nanti kamu sakit masuk yuk.” Aku kaget seseorang yg memegang pundakku
membuatku merinding dengan suaranya yg lembut menyentuh telinga,aku menoleh dan
mendapati sahabatku ya dia Dela, wajahnya pucat tapi tetap tersenyum manis yg
membuatku ingin tersenyum juga,masih dengan senyum. “Kau kelihatan kurang sehat
sepertinya, wajahmu pucat, Del.” Kataku seraya masuk kedalam vila tanteku ya aku
menempati vila itu selama beberapa hari di Bali dengan sahabatku secara ‘FREE’.
Dia tersenyum lagi.“aku nggak apa-apa kok, tenang aja,La” Katanya, ya dia
selalu berusaha terlihat baik baik saja didepan semua orang.”Kalo,kamu sakit
atau gak enak badan bilang ya,jadi kita bisa pulang lebih cepat.” Kataku lembut
setelah sampai diruang TV dengan 2 sahabatku yg lain. “Nggak apa-apa, kalo ada
apa-apa aku bisa pulang sendiri,La aku gak mau bikin kalian repot dan ngerusak
liburan kalian.” Kata Dela. “Nggak,pokoknya kamu itu udah jadi saudara kami,kamu
itu tanggung jawab kita.” Kata Sese’ unjuk bicara.”Aku RT ya.” Lanjut Sisy, aku
tersenyum melihat ke2 sahabatku juga memiliki perhatian yg lebih untuk Dela.
^SKIP^
Hari ini aku udah masuk sekolah lagi setelah liburan kemarin, tiba-tiba BB ku
bergetar, kulihat ehm,ada yg Invite aku kulihat namanya dan.. ternyata itu
sahabat pacarnya Dela ya namanya Rangga, ku accept,lalu aku ngechat dia
‘Minta pin Reva dong.’
‘Reva pacarnya Dela?’
‘Ya’
Setelah dikasih aku invite dan dia accept ‘yes’ pekikku dan aku gak sadar kalo
aku bodoh udah jatuh cinta sama pacar sahabatku sendiri,ya ampun! ^SKIP^ Gak
kerasa hubunganku dengan Reva semakin dekat setelah beberapa tahun ini. Dekat
karena keseringan BBM-an setiap hari,dia makin perhatian sama aku, sering bikin
aku GR dengan panggilan sayangnya buat aku,walaupun aku tau dia sayang aku cuma
sebagai sahabat.kelas 3 Ini di th.2007 aku dan teman-teman akan menghadapi
ujian nasional,tapi aku sungguh prihatin dengan keadaan Dela yg semakin memburuk,dia
semakin terlihat pucat dan kurus namun keadaan fisiknya saat ini tidak
mengurangi rasa cinta & sayang Reva padanya itulah yg membuatku jatuh cinta
pada Reva.^SKIP^ Try Out hari terakhir Dela malah tidak masuk karena sakit
ringan katanya padahal jelas aku dan sahabatku tau dia sakit parah bukan
ringan. Kami nggak bisa menjenguknya hanya menelpon mamanya karena besoknya
kami ada ujian praktek.Saat diperjalanan pulang entah mengapa perasaanku pada
Reva seperti tak bisa kutahan lagi dan ingin kukeluarkan,tapi aku tak bisa,aku
akan merusak persahabatanku dengan Dela.Akhirnya aku mengirim BBM pada Reva
untuk bertemu nanti sore di sebuah cafe.
^SKIP^
‘Hai’ sapanya dan duduk didepanku,ya aku tersenyum,jujur saja aku terpesona
dengan penampilannya sore ini.’What’s up baby? Hehe.” Katanya cengengesan,
“Eum,aku boleh jujur gak sih sama kamu,sebelum semuanya udah terlanjur?”
tanyaku dengan wajah serius,dan ketika Reva tau aku mulai bicara serius dia
juga mulai serius. “Bolehlah masa gak boleh sih,memang mau jujur apa?” katanya
santai. “My feeling,Rev.” Kataku tertunduk ya aku harus siap-siap menahan malu.
“Your feeling? Trust me,La?” perintahnya padaku. “Aku takut kamu marah setelah
itu.” Kataku masih tertunduk. “No,i promise” katanya memegang tanganku hangat.
Aku menghela nafas panjang dan mengumpulkan semua perasaan dan mulai bercerita
dari awal sampe akhir ttg perasaanku pada Reva yg kian berkembang. Dia
tersenyum dan tapi aku menceritakan semuanya sambil tetap menunduk,lalu dia
melepaskan genggamnya setelh aku cerita dan dia memegang dagu ku dan membuat ku
mengangkat kepalaku yg sedaritadi menunduk menutupi perasaan malu. “Actually,
my feeling same, but i love Lyla more than i love you.” Katanya lembut,aku tak
percaya dia juga cinta sama aku, “So, can i be your girlfriend?” kataku, “No,”
katanya “why?” “I love lyla, i can’t be your boyfriend and .. i keep love lyla
.i’m sorry.” Katanya menyesal. “You cruel, “ kataku mulai menangis dan bergegas
meninggalkannya. Reva mengejarku aku tau
hanya trik ini yg bisa membuat hati Reva tak tega dan akan melakukan apa saja
untuk seseorang yg dia cintai,aku tau sifat Reva yg ini dari Rangga sahabatnya.
“Please,don’t go.” Katanya menarik tanganku dan aku menoleh. “Let me go.”
Kataku memalingkan wajah dan hendak pergi lagi,dan tiba-tiba dia langsung
merengkuhku dia memelukku dalam pelukan hangatnya erat sekali sehingga aku tak
bisa menolaknya, ku akui hari sudah malam, aku juga memeluknya kembali dan
menangis dalam pelukannya.sessaat kemudian dia berkata “I Love you,this moment,La.”
Kalimat itu spontan membuat hatiku berlonjak kegirangan, tapi sebagian lagi
perasaanku mulai tak enak ya karena aku ingat Dela,ya Tuhan maafkan aku,Dela
maafkan aku juga ya. “Kenapa diam?” katanya yg membuatku kaget karena sedang
berdo’a untuk permohonan maafku pada Tuhan dan Dela juga pada persahabatan kami
selama ini.”No, so?” kataku, “Now, we in relationship “ katanya sambil mengecup
keningku dan mengusap rambutku.
^SKIP^
UN berlangsung hari ini,dan ada Dela
dikelasnya,aku hanya melihatnya dari jauh karena aku liat dia sedang serius
belajar, tapi dia berbeda sekali dia lebih kurus lagi seakan tinggal tulang
dibadannya,dan wajah pucat,dan kepalanya ditutupi topi rajut pemberian Reva,aku
tau pasti rambutnya dipotong akibat kanker otak yg dideritanya.sejenak aku
merasa bersalah akan apa yg kuperbuat tempo hari pada Reva,tapi aku berpikir
ini ‘Sesat namun Baik untukku’,^SKIP^ Hari ini penyerahan hasil UN waw,aku
berangkat dengan Motor matic ku Mio dan kutancapkan gas,saat dijalan BB ku
bergetar aku mengangkatnya sambil mengendarai motor “Halo” kataku “Hai,kamu
dimana,La.kita semua udah dirumah sakit,kanker Dela semakin parah udah stadium
4 leukimianya juga udah memburuk,” Terdengar suara Sisy yg menangis dan Sese’
yg menceritakannya sambil terisak, “Oke,aku segera kesana,aku janji demi
Dela..” kataku dan aku mulai sadar apa yg telah kuperbuat pada hubungan Dela
dengan Reva, Ya Tuhan semoga ini bukan akhir dari hidup Dela, semoga masih ada
hari esok yg dapat kami perbaiki, semoga umurku dan Dela masih panjang, Semoga
Dela masih dapat bertahan untuk hidup,dan semoga Dela dapat memaafkan
kesalahanku Tuhan, semoga,semoga saja ya Tuhan,kabulkanlah.Kataku meminta dalam
hati saat mengendarai motorku dan aku mulai menangis pikiranku kacau aku
bingung bagaimana jika Dela.. akh tak mungkin aku harus OPTIMIS Dela masih bisa
hidup lebih dari hari ini, “DELA MAAFKAN AKU..” Kataku berteriak sambil menaiki
motorku dan tiba-tiba ‘tiiiiiiiiinnnn tiiiiinn’ saat aku melihat ada truk besar
akan menyerang motorku namun aku sudah tak bisa mengelak dan,semua hilang.~
“Dela,mengapa kau pergi
meninggalkan kami,meninggalkan semua kenangan kita,menutup semua kegiatan
kebersamaan kita?” kata Sese’ masih terisak, “Lyla,sadarlah La,kami disini
menungguimu..selalu disini sampai kau bangun tapi setelah kami pergi
kepemakaman Del.a” kata sisy memegang tanganku. Reva mengecup kening Dela untuk
yg terakhir,ya dia juga sudah menceritakan semuanya pada Dela,saat hembusan
terakhirnya,namun Dela sudah tidak dapat berkata,merespon apa yg dibicarakan,mendengar,hanya
terdiam mematung,tak bernafas lagi,nadinya tak berdenyut lagi,inilah akhir
hidup Dela dengan meninggalkan sejuta kenangan indah untuk kami kenang,ya
semuanya sudah terlambat bagi Reva.”Sayang,maafin aku ya.selamat tinggal,jangan
lupain aku,nanti kapan2 aku nyusul kamu.” Kata reva yg masih larut dalam
kesedihannya. Ya bgaimna tidak Reva dan Dela sudah menjalin hubungan selama 5
th. Mereka serius dengan hubungan mereka,dan aku menghancurkannya dan maut
memisahkan mereka jadi spenuhnya bukan salahku kupikir.
^SKIP^
Setelah koma selama 3th aku sadar namun aku tak kuliah aku menjalani perwtan
diSingapura,dan aku sudah tidak pacaran dengan Reva,karena Reva mengalami
stress dan akhirnya dia sedikit tidak waras dan dikirim ke Malaysia tempat
asalnya bersama Ortunya,dan setelah 2th aku pulang kerumah dan
Aku,Sisy,danSese’ menjalani hidup tanpa dia,tanpa senyumannya,mungkin ini yg
terbaik daripada kami harus kasihan jika Dela tersiksa akan penyakitnya,kami
harus merelakan itu semua. Terlambat sudah semua permohonan maafku pada Dela,ku
hrap Tuhan menerima dan menyampaikan sejuta maafku pada Dela,Hal yg kulakukan
pada hubungan Dela dan Reva itu Sesat tapi aku juga
berpikir itu baik untukku,walau menyakitkan pada akhirnya,mungkin? #ee##################
”Maafkan aku Dela.” *******END*******
I'm Taken with Zayn
Tidak ada komentar:
Posting Komentar