Enjoy reading and i hope you like it!^^
Pagi yang cerah, sinar matahari telah muncul di depan jendela dengan
bingkai jendela berwarna coklat tua dari kayu jati yang terbilang kokoh.
Pagi ini cerah, secerah wajah laki-laki yang terlihat senang setiap
hari, tapi mungkin,tidak untuk pagi ini._. ya dialah Liam Payne, dia
seorang Petinju, ehm.. bukan petinju yang terkenal melainkan dia seorang
pemain olahraga tinju yang bermain di salah satu cabang olahraga tinju
disekolahnya, tepatnya, kita biasa menyebut kegiatan disekolah dengan
sebutan ekskul, ya Liam ikut ekskul tinju sejak duduk di kelas 1 SMA.
Sebenarnya, mamanya Liam sama sekali tidak menunjukan dukungannya akan
kegiatan yang Liam ikuti disekolah selama 2th ini, namun Ayahnya Liam
sangatlah mendukung apa yang Liam hobi kan, seperti Bertinju, dan
Bernyanyi. Dan dukungan ayahnya lah yang membuat Liam tetap pada ekskul
tersebut, sebenarnya mamanya Liam mau saja mendukung Liam untuk hal itu,
namun mamanya Liam hanya tidak ingin melihat Liam, anak kesayangannya
(alesan mamanya Liam nyebut kesayangannya ya, karena dia anak
satu-satunya. ) babak belur karena, pernah sekitar 1thn yang lalu, saat
Liam mengikuti lomba Tinju untuk pertama kalinya, dia kalah dan wajahnya
ancur, eh gak ancur-ancur banget sih, Cuma ya, ada bekas tonjokan gitu
didaerah wajahnya, terus Liam juga ngalamin patah di jari kelingking
yang kiri, saat itu juga mama Liam mulai ngelarang Liam untuk ngikutin
ekskul itu lebih lanjut. Tapi ternyata Liam secara diam-diam terus
ngikutin ekskul itu tanpa sepengetahuan mamanya. Kalo-kalo pas dia butuh
dana untuk bayaran yang cukup mahal, maka dia bakalan minta bantuan
sama Ayahnya, oiya jadi Ayahnya Liam itu tetep ngedukung Liam dengan
aksi tinjunya^^ makanya Liam berani ikut ekskul itu lebih lanjut, selain
dia hobi tinju, dia juga dapet dukungan dari Ayahnya, walaupun Mamanya
bersikeras ngelarang.
LIAM POV
Hari sudah pagi, matahari telah memunculkan sinarnya dan menembus
jendela kamar ku. Pagi ini, rasanya aku terlalu lelah, gara-gara
semalam sampai larut malam aku mengerjakan tugas presentasi, rasanya
mataku tak bisa diajak kompromi, begitu juga dengan tubuhku yang masih
terkulai lemas diatas kasur, aku rasa aku tidak dapat mengikuti
pelajaran hari ini di sekolah, aku harus ijin sama Mom dulu, tapi
tubuhku kembali lemas dan aku masih saja terkapar diatas springbed hitam
dengan motif bola juventus, badanku enggan beranjak dari kasur, yasudah
mau tak mau,aku harus sabar menunggu my Mom mengahmpiriku dan melihat
kondisiku dikamar. *sabar ya bebep Liam* *ditimpuk sendok*.
“Where liam? why he had not yet ready to go to school? whether he was
sick?” Tanya Ayah kepada Mom yang sedang membawakan nampan yang berisi
roti panggang dengan paduan selai mocca dan kacang, serta 3 cangkir kopi
susu.
“I don t know, maybe he was sick, i will look it up in the room.” Jawab
Mom, dan dia menaruh nampan lalu bergegas menaiki tangga ke lantai
2,untuk melihat keadaan ku. Dady hanya mengangguk memberi tanda setuju
sambil menyeruput kopi susu yang masih panas._. akan apa yang ingin
dilakukan mom.*awas daddy nya Liam ntar mulutnya monyong minum kopi
panas-_-V* . Terdengar suara derap kaki diatas lantai kayu-kayu rumah
ku,ya, rumah ku memang di desain dengan tema serba kayu jati, diantara
tetangga2 ku rumah ku lah yang paling mencolok karena model bangunannya.
Lalu, makin lama derap kaki tersebut makin mendekat, aku berpikir bahwa
itu kucingku, tapi aku merasa itu bukan kucing, dan aku berpikir lagi
bahwa itu dad, “Dad, is that you?” lalu, derap kaki itu tidak terdengar
lagi, perasaanku semakin aneh, dan tiba-tiba seperti ada suara derap
kaki yang terburu-buru atau bisa dibilang berlari dan ‘CKLEK!’ Sukses
suara pintu kamarku terbuka dan membuat jantungku melompat! Aku kaget
setengah mati._. ternyata itu Mom.
“Oh my god i think you kidnappers, mom. I’m sorry.” Kataku meminta
maaf sama mom, karena aku pikir dia seorang penculik yang akan
menyakiti ku ._. tapi mom malah menghela nafas, seperti nafas kelegaan.
“Noproblem,honey, I just saw your condition, are you alright?”
Tanya mom, seraya menghampiriku dan memegang dahi ku, dia mengelus
rambutku lembut, dan memegang tanganku sambil tersenyum.
“Don’t worry about me, mom, i just tired, i need more sleep.”
Kataku, sambil memegang tangan mom, dan tersenyum. Mom hanya mengangguk
dan menyelimutiku, dia mengecup keningku sambil berkata.
“Make yourself comfortable, beb.” Dan dia pergi keluar kamarku, dan menutup pintu.
“Yeah,mom.” Jawabku dan langsung membenamkan kepalaku kedalam
selimut begitu juga seluruh tubuhku, dan dalam sekejap, aku terlelap.
“Whether liam all right?” tanya dad ketika mom turun dari kamarku
dan duduk didepan dad yang sedang membaca koran. Mom menyeruput kopi
susu yang tadi dia buat, yang sudah tidak panas lagi.
“Yeah, Liam just tired and need more sleep. He said don’t worry
about him.” Kata mom dan mulai memakan roti panggang yang sudah mulai
dingin, karena gak dimakan beberapa menit yang lalu. –“-
Aku terbangun dan kubuka selimut yang menyelimuti tubuhku lembut dan
hangat, aku lirik jam di meja belajarku, jam menunjukan sekitar pukul 2
siang, aku sudah merasa lebih baik dan aku putuskan untuk kebawah,
menemui mom, untuk memberi tahunya bahwa aku baik-baik saja, aku tak mau
membuat dia khawatir.
“Mom, i wake up, look at me, i’m fine.” Kataku seraya memeluk mom dari belakang, dia berbalik dan tersenyum menatapku.
“Good, sounds great,Liam.” Mom merapikan rambutku dan mengelap
wajahku dengan tisu lembut, lalu menarik tanganku, dia mengajakku ke
ruang tamu aku tidak tau ada apa sebenarnya, aku hanya diam. Sampai
diruang tamu, ternyata ada 2 orang wanita, yang 1 sebaya dengan mom,
dan yang 1 lagi, sepertinya sebaya denganku, rambut wanita yang sebaya
denganku berwarna hitam pekat, dan kulit sawo matangnya membuatnya
terlihat lebih manis, dia juga tersenyum kearahku, dan senyumnya
disertai lesung pipi, yang membuat senyumannya terlihat ‘perfect’ aku
tersenyum juga kearah nya.
“Ini dia, anakku, namanya Liam, gimana? Ganteng kan Vanya?” kata
mom mengenalkan ku ke wanita perfect itu, aku hanya bergumam
‘’mooommm!!’’ wanita itu ternyata namanya Vanya, dan aku bersalaman
dengan Tante rini “Eh,Liam udah besar ya, masih ikut tinju? Kalo masih
si Vanya juga mau tuh, katanya dia mau ngerasain tinju itu kayak apa.”
Kata mamanya Vanya, aku hanya tersenyum, lalu giliran Vanya menjabat
tanganku, aduh degdeg an nih._. “Liam..” Kataku dan dia balas “Vanya.”
Lalu Vanya duduk manis,aku pun juga duduk manis._. kami ngobrol-ngbrol
sampe akhirnya mom dan tante rini, ninggalin aku sama Vanya berdua
doang, alesannya mereka mau masak kue. Aku mencoba membuka topik
pembicaraan, tapi aku putusin untuk ngajak dia kekolam renang dibelakang
rumahku. “Vanya..”
“Iya?”
“Ke kolam renang yuk dibelakang,mau?”
“Oke,”
Aku menggandeng tangannya, beberapa menit, sekitar 30 menit, aku
sudah akrab dengan Vanya, dia ternyata wanita yang asik dan gampang
bergaul, katanya, dia mau pindah ke sini dan jadi tetangga ku, dia juga
daftar disekolah yang sama denganku, aku senang mendengarnya, terlebih
dia mau ikut ekskul tinju dan dia minta aku yang ngajarin dia, karena
aku kan udah jadi senior disana. Dan kabar terbaiknya, mom udah ngijinin
aku untuk lanjut ekskul tinju.
Gak kerasa banget udah 4 bulan aku sahabatan sama Vanya, mom sama
tante rini juga tambah akrab karena satu kantor. Hari ini aku ada
latihan Tinju, Vanya hari ini ikut dan dia bakalan jadi anak baru,
karena kemarin2 latihan tinju diliburin untuk sementara dan sekarang
udah dimulai lagi.
“Liam,kira-kira aku bisa gak ya?” tiba-tiba vanya nanya gitu ke aku, aku bingung._.
“Bisa apa Vanya?”
“Ya, itu latihan, aku takut seniornya temen kamu galak nanti,” Kata Vanya khawatir,
Aku tersenyum dan ngerangkul vanya,
“Take it easy baby..”
“Kamu manggil aku beb?” Tanya vanya, sambil menghentikan langkahnya dan menatap aku lekat. :3
“Iya.. sayang..” eh aku kelepasan..
Author POV
Biar aku jelasin ya ;) jadi selama beberapa bulan bersahabat
dekat dengan Vanya, si Liam mulai menyukai Vanya, karena suatu kejadian
yg mereka alamin, yaitu pas liam lagi upacara disekolah, liam gak
sarapan dan gak makan dari semalem, eh liam pingsan, pas itu Vanya bawa
Liam ke UKS dan nemenin liam disana. Ternyata Liam gak sadarkan diri
sampe bel pulang sekolah berbunyi. Vanya panik dan menelpon mamanya, dan
liam pun dibawa kerumah sakit. Kata dokter ginjal liam yang satu gak
berfungsi, gara-gara liam sering kecapean ._. jadi ginjalnya harus
dipotong agar gak mempengaruhi kondisinya, tapi liam harus dijaga penuh
tentang kondisinya setelah pemotongan ginjal. Vanya hanya bisa menangis.
Setelah liam dioperasi, Vanya menunggui liam dirumah sakit seminggu
lebih, dia rela ketinggalan pelajaran demi Liam. Mamanya Vanya juga
ngijinin vanya untuk nemenin liam. Liam kagum banget sama vanya, padahal
liam berusaha bikin vanya marah kayak misalnya, liam gak mau makan,
liam mecahin gelas, liam ngeberantakin barang-barang di kamar rumah
sakit itu, supaya Vanya kesel dan pulang, karena liam gak mau ngerepotin
vanya. Tapi vanya tau maksud liam dan dia berusaha untuk sabar dan gak
nyerah sampe liam sembuh vanya tetep stay beside liam ;). Disitulah
perasaan liam mulai berkembang, perasaan cintanya sama Vanya mulai
tumbuh, rasa sayangnya sama Vanya semakin lebih.. lebih.. Sepertinya
vanya juga punya rasa yang sama. Tapi mereka belm pernah saling mengucap
cinta. Mereka hanya menjalani persahabatan.
LIAM POV
Aduh.. kelepasan aku bilang sayang, kataku dalam hati sambil
membekap mulutku. Vanya menatapku heran dan langsung berjalan
meninggalkan ku, aku bingung. Apa dia marah aku panggil sayang? Lalu aku
buru-buru menyusulnya. Aku menarik tangannya dan dia menoleh.
“Kamu marah?”
“....”
“Jawab dong Vanya??” Kataku semakin tak sabaran..
“Aku...”
“Aku? apa vanya? Apa maksud kamu?”
“Aku seneng malahan kamu panggil sayang..” Kata vanya dengan polosnya, ya ampun.. aku kira dia marah._.
“Hahahaha..” tawaku meledak._.
“Kok malah ketawa Liam._.?”
“Gak, udah yuk ke tempat latihan ntar kita terlambat lagi ;)”
“Oke, lets go ”
Kami latihan bareng temen-temen ku, Harry,Zayn,Louis,Niall dll..
gak nyangka si Vanya cepet banget akrab sama senior disini ^^ aku seneng
kalo dia seneng. Aku ngajarin semua gerakan yang aku tau ke Vanya dan
dia cepet tanggap, dia bilang aku baik hati :D . Saat sedang break time_
Tiba-tiba Zayn menghampiriku..
“Liam, Vanya pacar kamu?”
aku berpikir sebentar dan geleng, zayn nampak bingung, mungkin karena
dia liat keakraban aku sama vanya kayak pacaran kali ya ._.
“Dia sahabatku.. aku mencintainya zayn..”
“Kenapa gak nembak?”
“Aku gak tau.. harus gimana?”
“Vanya juga mencintai kamu..” Kata Zayn sambil natap aku.
“Kata siapa?” Tanyaku terkejut!
“Liat aja nih!” Kata zayn mengulurkan sebuah buku berwarna putih dan
sampulnya ditempel foto aku dan vanya yg lai dimenara eiffel liburan
kemarin. setelah meberikan itu Zayn bilang dia mau pulang, karena
latihan telah usai.Lalu, Aku buka buku itu dan ternyata itu berisi
tentang kisah Vanya, benar saja dia mencintaiku.
“Kamu nemuin itu dimana,Liam?” Kata vanya yg tiba-tiba duduk
disampingku, aku kira dia akan marah jika aku membaca seluruh isinya,
tapi, dia tidak menampakan ekspresi marah. Melainkan dia menampakkan
ekspresi wajah datar saja. Dia tersenyum,
“Jadi kamu udah tau semuanya?” tanyanya padaku, aku hanya ngangguk.
“maafin aku liam, aku salah ya cinta sama kamu? Aku juga tadinya gak
bakalan mau kamu tau, tapi buku itu hilang dan pas aku tadi nyari,
tau-tau kamu lagi baca isinya, aku kiira kamu yg ambil, ternyata zayn yg
nemuin buku itu..” Kata Vanya menyesal,
“Vanya, kamu harus tau yaa.. beberapa bulan yg lalu, aku jatuh cinta
sama kamu, tapi aku kira kamu tak mencintaiku, kamu hanya menganggap aku
sahabat, tapi nyatanya, kita punya perasaan yg sama, so.. would you be
my girlfriend?” Kataku langsung to the pint setelah selesai menjelaskan.
Vanya hanya diam, aku degdeg an menanti jawabannya..
Tiba-tiba dia melompat dan memelukku,
“Of course, my baby Liam..” Kata vanya sambil memelukku erat..
“Thanks my angel.. mwaah” Kataku mengecup kening Vanya.
Lalu kami memutuskan untuk pulang, aku mampir kerumah Vanya, aku disuruh
tante rini kekamrnya Vanya._. pas aku masuk, ada tulisan gede kayak
poster dan gambarnya aku sama vanya dan disebelahnya ada tulisan “Liam
itu petinju yang baik hati.” Aku speechless.. aku mematung, vanya
memelukku dari belakang.
“Aku udah punya poster itu dari pertama kita ngejalanin hubungan sahabat saat pulang dari pantai.. kamu inget?”
aku tersenyum dan ngejawab.
“Aku inget.. baby..”
Kami saling pelukan..
-THE END-
Pesan moral yang dapat diambil dari cerita diatas :
1). Belajarlah untuk berbuat baik kepada semua orang . Manfaatkan pula
ilmu yang kita miliki untuk berbuat kebaikan dan berguna untuk orang
banyak. Sebab, dengan berbuat hal yang baik, kita kan menuai hasil yang
baik pula.
2). Kejujuran akan mendatangkan kebaikan.
Maaf ya ceritanya kurang bagus. Terus kalo ada pengetikan kata yang salah, dimaafin ya authornya ;)
Give me your comment!
Salam manis Dari author Biliam ( @nabilla541 ) ;) xx
Hi, I Nabilla from Indonesia, I'm Directioner, Selenator, Simpsonizer, Robsessed, Krisbian, TwihardFamily .. I really love Zayn Malik and Daniel Radcliffe. I'm 14 Years old, 26 March 1998 its my birthday! SAFANA(6 peoples) its my friends~ Cut Nazara its my bestfriends! I'm muslim but Muslim not terorist!! Follow my twitter : @Nabilla_Cullens and my tumblr : nabillastewart.tumblr.com .. I can be ur friend and be friendly and i'll be there for u! Just tell me and we can be friends! :)) xx
WRITER WANNABE HERE :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar