I'm Taken with Zayn
WRITER WANNABE HERE :)


Jumat, 14 September 2012

Cerita Bermoral – Liam Petinju yang Baik Hati

Enjoy reading and i hope you like it!^^

Pagi yang cerah, sinar matahari telah muncul di depan jendela dengan bingkai jendela berwarna coklat tua dari kayu jati yang terbilang kokoh. Pagi ini cerah, secerah wajah laki-laki yang terlihat senang setiap hari, tapi mungkin,tidak untuk pagi ini._. ya dialah Liam Payne, dia seorang Petinju, ehm.. bukan petinju yang terkenal melainkan dia seorang pemain olahraga tinju yang bermain di salah satu cabang olahraga tinju disekolahnya, tepatnya, kita biasa menyebut kegiatan disekolah dengan sebutan ekskul, ya Liam ikut ekskul tinju sejak duduk di kelas 1 SMA. Sebenarnya, mamanya Liam sama sekali tidak menunjukan dukungannya akan kegiatan yang Liam ikuti disekolah selama 2th ini, namun Ayahnya Liam sangatlah mendukung apa yang Liam hobi kan, seperti Bertinju, dan Bernyanyi. Dan dukungan ayahnya lah yang membuat Liam tetap pada ekskul tersebut, sebenarnya mamanya Liam mau saja mendukung Liam untuk hal itu, namun mamanya Liam hanya tidak ingin melihat Liam, anak kesayangannya (alesan mamanya Liam nyebut kesayangannya ya, karena dia anak satu-satunya. ) babak belur karena, pernah sekitar 1thn yang lalu, saat Liam mengikuti lomba Tinju untuk pertama kalinya, dia kalah dan wajahnya ancur, eh gak ancur-ancur banget sih, Cuma ya, ada bekas tonjokan gitu didaerah wajahnya, terus Liam juga ngalamin patah di jari kelingking yang kiri, saat itu juga mama Liam mulai ngelarang Liam untuk ngikutin ekskul itu lebih lanjut. Tapi ternyata Liam secara diam-diam terus ngikutin ekskul itu tanpa sepengetahuan mamanya. Kalo-kalo pas dia butuh dana untuk bayaran yang cukup mahal, maka dia bakalan minta bantuan sama Ayahnya, oiya jadi Ayahnya Liam itu tetep ngedukung Liam dengan aksi tinjunya^^ makanya Liam berani ikut ekskul itu lebih lanjut, selain dia hobi tinju, dia juga dapet dukungan dari Ayahnya, walaupun Mamanya bersikeras ngelarang.


LIAM POV

Hari sudah pagi, matahari telah memunculkan sinarnya dan menembus jendela kamar ku. Pagi ini, rasanya aku terlalu lelah, gara-gara semalam sampai larut malam aku mengerjakan tugas presentasi, rasanya mataku tak bisa diajak kompromi, begitu juga dengan tubuhku yang masih terkulai lemas diatas kasur, aku rasa aku tidak dapat mengikuti pelajaran hari ini di sekolah, aku harus ijin sama Mom dulu, tapi tubuhku kembali lemas dan aku masih saja terkapar diatas springbed hitam dengan motif bola juventus, badanku enggan beranjak dari kasur, yasudah mau tak mau,aku harus sabar menunggu my Mom mengahmpiriku dan melihat kondisiku dikamar. *sabar ya bebep Liam* *ditimpuk sendok*.
“Where liam? why he had not yet ready to go to school? whether he was sick?” Tanya Ayah kepada Mom yang sedang membawakan nampan yang berisi roti panggang dengan paduan selai mocca dan kacang, serta 3 cangkir kopi susu.
“I don t know, maybe he was sick, i will look it up in the room.” Jawab Mom, dan dia menaruh nampan lalu bergegas menaiki tangga ke lantai 2,untuk melihat keadaan ku. Dady hanya mengangguk memberi tanda setuju sambil menyeruput kopi susu yang masih panas._. akan apa yang ingin dilakukan mom.*awas daddy nya Liam ntar mulutnya monyong minum kopi panas-_-V* . Terdengar suara derap kaki diatas lantai kayu-kayu rumah ku,ya, rumah ku memang di desain dengan tema serba kayu jati, diantara tetangga2 ku rumah ku lah yang paling mencolok karena model bangunannya. Lalu, makin lama derap kaki tersebut makin mendekat, aku berpikir bahwa itu kucingku, tapi aku merasa itu bukan kucing, dan aku berpikir lagi bahwa itu dad, “Dad, is that you?” lalu, derap kaki itu tidak terdengar lagi, perasaanku semakin aneh, dan tiba-tiba seperti ada suara derap kaki yang terburu-buru atau bisa dibilang berlari dan ‘CKLEK!’ Sukses suara pintu kamarku terbuka dan membuat jantungku melompat! Aku kaget setengah mati._. ternyata itu Mom.


“Oh my god i think you kidnappers, mom. I’m sorry.” Kataku meminta maaf sama mom, karena aku pikir dia seorang penculik yang akan menyakiti ku ._. tapi mom malah menghela nafas, seperti nafas kelegaan.


“Noproblem,honey, I just saw your condition, are you alright?” Tanya mom, seraya menghampiriku dan memegang dahi ku, dia mengelus rambutku lembut, dan memegang tanganku sambil tersenyum.


“Don’t worry about me, mom, i just tired, i need more sleep.” Kataku, sambil memegang tangan mom, dan tersenyum. Mom hanya mengangguk dan menyelimutiku, dia mengecup keningku sambil berkata.


“Make yourself comfortable, beb.” Dan dia pergi keluar kamarku, dan menutup pintu.


“Yeah,mom.” Jawabku dan langsung membenamkan kepalaku kedalam selimut begitu juga seluruh tubuhku, dan dalam sekejap, aku terlelap.


“Whether liam all right?” tanya dad ketika mom turun dari kamarku dan duduk didepan dad yang sedang membaca koran. Mom menyeruput kopi susu yang tadi dia buat, yang sudah tidak panas lagi.


“Yeah, Liam just tired and need more sleep. He said don’t worry about him.” Kata mom dan mulai memakan roti panggang yang sudah mulai dingin, karena gak dimakan beberapa menit yang lalu. –“-
Aku terbangun dan kubuka selimut yang menyelimuti tubuhku lembut dan hangat, aku lirik jam di meja belajarku, jam menunjukan sekitar pukul 2 siang, aku sudah merasa lebih baik dan aku putuskan untuk kebawah, menemui mom, untuk memberi tahunya bahwa aku baik-baik saja, aku tak mau membuat dia khawatir.


“Mom, i wake up, look at me, i’m fine.” Kataku seraya memeluk mom dari belakang, dia berbalik dan tersenyum menatapku.


“Good, sounds great,Liam.” Mom merapikan rambutku dan mengelap wajahku dengan tisu lembut, lalu menarik tanganku, dia mengajakku ke ruang tamu aku tidak tau ada apa sebenarnya, aku hanya diam. Sampai diruang tamu, ternyata ada 2 orang wanita, yang 1 sebaya dengan mom, dan yang 1 lagi, sepertinya sebaya denganku, rambut wanita yang sebaya denganku berwarna hitam pekat, dan kulit sawo matangnya membuatnya terlihat lebih manis, dia juga tersenyum kearahku, dan senyumnya disertai lesung pipi, yang membuat senyumannya terlihat ‘perfect’ aku tersenyum juga kearah nya.


“Ini dia, anakku, namanya Liam, gimana? Ganteng kan Vanya?” kata mom mengenalkan ku ke wanita perfect itu, aku hanya bergumam ‘’mooommm!!’’ wanita itu ternyata namanya Vanya, dan aku bersalaman dengan Tante rini “Eh,Liam udah besar ya, masih ikut tinju? Kalo masih si Vanya juga mau tuh, katanya dia mau ngerasain tinju itu kayak apa.” Kata mamanya Vanya, aku hanya tersenyum, lalu giliran Vanya menjabat tanganku, aduh degdeg an nih._. “Liam..” Kataku dan dia balas “Vanya.” Lalu Vanya duduk manis,aku pun juga duduk manis._. kami ngobrol-ngbrol sampe akhirnya mom dan tante rini, ninggalin aku sama Vanya berdua doang, alesannya mereka mau masak kue. Aku mencoba membuka topik pembicaraan, tapi aku putusin untuk ngajak dia kekolam renang dibelakang rumahku. “Vanya..”


“Iya?”


“Ke kolam renang yuk dibelakang,mau?”


“Oke,”


Aku menggandeng tangannya, beberapa menit, sekitar 30 menit, aku sudah akrab dengan Vanya, dia ternyata wanita yang asik dan gampang bergaul, katanya, dia mau pindah ke sini dan jadi tetangga ku, dia juga daftar disekolah yang sama denganku, aku senang mendengarnya, terlebih dia mau ikut ekskul tinju dan dia minta aku yang ngajarin dia, karena aku kan udah jadi senior disana. Dan kabar terbaiknya, mom udah ngijinin aku untuk lanjut ekskul tinju.


Gak kerasa banget udah 4 bulan aku sahabatan sama Vanya, mom sama tante rini juga tambah akrab karena satu kantor. Hari ini aku ada latihan Tinju, Vanya hari ini ikut dan dia bakalan jadi anak baru, karena kemarin2 latihan tinju diliburin untuk sementara dan sekarang udah dimulai lagi.


“Liam,kira-kira aku bisa gak ya?” tiba-tiba vanya nanya gitu ke aku, aku bingung._.


“Bisa apa Vanya?”


“Ya, itu latihan, aku takut seniornya temen kamu galak nanti,” Kata Vanya khawatir,
Aku tersenyum dan ngerangkul vanya,

“Take it easy baby..”


“Kamu manggil aku beb?” Tanya vanya, sambil menghentikan langkahnya dan menatap aku lekat. :3

“Iya.. sayang..” eh aku kelepasan..



Author POV

Biar aku jelasin ya ;) jadi selama beberapa bulan bersahabat dekat dengan Vanya, si Liam mulai menyukai Vanya, karena suatu kejadian yg mereka alamin, yaitu pas liam lagi upacara disekolah, liam gak sarapan dan gak makan dari semalem, eh liam pingsan, pas itu Vanya bawa Liam ke UKS dan nemenin liam disana. Ternyata Liam gak sadarkan diri sampe bel pulang sekolah berbunyi. Vanya panik dan menelpon mamanya, dan liam pun dibawa kerumah sakit. Kata dokter ginjal liam yang satu gak berfungsi, gara-gara liam sering kecapean ._. jadi ginjalnya harus dipotong agar gak mempengaruhi kondisinya, tapi liam harus dijaga penuh tentang kondisinya setelah pemotongan ginjal. Vanya hanya bisa menangis. Setelah liam dioperasi, Vanya menunggui liam dirumah sakit seminggu lebih, dia rela ketinggalan pelajaran demi Liam. Mamanya Vanya juga ngijinin vanya untuk nemenin liam. Liam kagum banget sama vanya, padahal liam berusaha bikin vanya marah kayak misalnya, liam gak mau makan, liam mecahin gelas, liam ngeberantakin barang-barang di kamar rumah sakit itu, supaya Vanya kesel dan pulang, karena liam gak mau ngerepotin vanya. Tapi vanya tau maksud liam dan dia berusaha untuk sabar dan gak nyerah sampe liam sembuh vanya tetep stay beside liam ;). Disitulah perasaan liam mulai berkembang, perasaan cintanya sama Vanya mulai tumbuh, rasa sayangnya sama Vanya semakin lebih.. lebih.. Sepertinya vanya juga punya rasa yang sama. Tapi mereka belm pernah saling mengucap cinta. Mereka hanya menjalani persahabatan.



LIAM POV

Aduh.. kelepasan aku bilang sayang, kataku dalam hati sambil membekap mulutku. Vanya menatapku heran dan langsung berjalan meninggalkan ku, aku bingung. Apa dia marah aku panggil sayang? Lalu aku buru-buru menyusulnya. Aku menarik tangannya dan dia menoleh.


“Kamu marah?”


“....”


“Jawab dong Vanya??” Kataku semakin tak sabaran..


“Aku...”


“Aku? apa vanya? Apa maksud kamu?”


“Aku seneng malahan kamu panggil sayang..” Kata vanya dengan polosnya, ya ampun.. aku kira dia marah._.


“Hahahaha..” tawaku meledak._.


“Kok malah ketawa Liam._.?”


“Gak, udah yuk ke tempat latihan ntar kita terlambat lagi ;)”


“Oke, lets go ”


Kami latihan bareng temen-temen ku, Harry,Zayn,Louis,Niall dll.. gak nyangka si Vanya cepet banget akrab sama senior disini ^^ aku seneng kalo dia seneng. Aku ngajarin semua gerakan yang aku tau ke Vanya dan dia cepet tanggap, dia bilang aku baik hati :D . Saat sedang break time_
Tiba-tiba Zayn menghampiriku..


“Liam, Vanya pacar kamu?”


aku berpikir sebentar dan geleng, zayn nampak bingung, mungkin karena dia liat keakraban aku sama vanya kayak pacaran kali ya ._.


“Dia sahabatku.. aku mencintainya zayn..”


“Kenapa gak nembak?”


“Aku gak tau.. harus gimana?”


“Vanya juga mencintai kamu..” Kata Zayn sambil natap aku.


“Kata siapa?” Tanyaku terkejut!


“Liat aja nih!” Kata zayn mengulurkan sebuah buku berwarna putih dan sampulnya ditempel foto aku dan vanya yg lai dimenara eiffel liburan kemarin. setelah meberikan itu Zayn bilang dia mau pulang, karena latihan telah usai.Lalu, Aku buka buku itu dan ternyata itu berisi tentang kisah Vanya, benar saja dia mencintaiku.


“Kamu nemuin itu dimana,Liam?” Kata vanya yg tiba-tiba duduk disampingku, aku kira dia akan marah jika aku membaca seluruh isinya, tapi, dia tidak menampakan ekspresi marah. Melainkan dia menampakkan ekspresi wajah datar saja. Dia tersenyum,


“Jadi kamu udah tau semuanya?” tanyanya padaku, aku hanya ngangguk.


“maafin aku liam, aku salah ya cinta sama kamu? Aku juga tadinya gak bakalan mau kamu tau, tapi buku itu hilang dan pas aku tadi nyari, tau-tau kamu lagi baca isinya, aku kiira kamu yg ambil, ternyata zayn yg nemuin buku itu..” Kata Vanya menyesal,


“Vanya, kamu harus tau yaa.. beberapa bulan yg lalu, aku jatuh cinta sama kamu, tapi aku kira kamu tak mencintaiku, kamu hanya menganggap aku sahabat, tapi nyatanya, kita punya perasaan yg sama, so.. would you be my girlfriend?” Kataku langsung to the pint setelah selesai menjelaskan. Vanya hanya diam, aku degdeg an menanti jawabannya..


Tiba-tiba dia melompat dan memelukku,

“Of course, my baby Liam..” Kata vanya sambil memelukku erat..

“Thanks my angel.. mwaah” Kataku mengecup kening Vanya.


Lalu kami memutuskan untuk pulang, aku mampir kerumah Vanya, aku disuruh tante rini kekamrnya Vanya._. pas aku masuk, ada tulisan gede kayak poster dan gambarnya aku sama vanya dan disebelahnya ada tulisan “Liam itu petinju yang baik hati.” Aku speechless.. aku mematung, vanya memelukku dari belakang.


“Aku udah punya poster itu dari pertama kita ngejalanin hubungan sahabat saat pulang dari pantai.. kamu inget?”


aku tersenyum dan ngejawab.

“Aku inget.. baby..”


Kami saling pelukan..


-THE END-




Pesan moral yang dapat diambil dari cerita diatas :

1). Belajarlah untuk berbuat baik kepada semua orang . Manfaatkan pula ilmu yang kita miliki untuk berbuat kebaikan dan berguna untuk orang banyak. Sebab, dengan berbuat hal yang baik, kita kan menuai hasil yang baik pula.

2). Kejujuran akan mendatangkan kebaikan.


Maaf ya ceritanya kurang bagus. Terus kalo ada pengetikan kata yang salah, dimaafin ya authornya ;)
Give me your comment!
Salam manis Dari author Biliam ( ) ;) xx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

I'm Taken with Zayn