“Morning, tante..” Kataku sembari duduk di meja
makan yang super duper besar dengan 16 kursi meja makan, padahal aku hanya
tinggal berdua dengan tante Evi, entah kenapa tante Evi lebih memilih membeli
prabot rumah tangga yang serba berlebihan, padahal aku hanya tinggal berdua.
Apalagi kamarku eum.. bisa dibilang udah seperti sebuah Hotel, serba mewah,
tapi aku tidak terlalu menyukai semua ini, karena ini sudah terlalu berlebihan,
tapi, bagaimanapun juga aku tidak berhak mengatur tante Evi soal barang-barang
yang akan dia beli, karena aku tau, tante Evi seperti ini, karena ingin membuat
aku betah dirumah dan bahagia, walau tanpa asal-usul orang tua yang seringkali membuat
aku sakit kepala.
“Morning, lekas makan sarapan kamu, nanti kamu terlambat, Del.” Kata tante Evi, sambil berdiri dan mengambilkan aku segelas susu.
“Oke, aku udah selesai, aku berangkat sekolah dulu ya,tante.” Kataku dan mencium tangan tante Evi, lalu memberi salam dan aku berangkat. Aku langsung berjalan keluar rumah, ya perlu kalian tau, rumahku udah kayak istana presiden di Indonesia, mungkin lebih malah, makanya untuk sampai ke pintu luar, aku membutuhkan waktu. Belum lagi aku harus melewati taman depan rumahku, aduh, untung saja aku sudah terbiasa dari kecil, kalau tidak aku bisa pingsan nih. Didepan gerbang rumahku sudah ada bus decker berwarna kuning dengan tulisan hitam ‘Galaxy Senior High School’ , ya, itu bus sekolahku, bus tingkat dua yang sering disebut bus decker sama aku, gak tau deh kalo temen-temen ku bilangnya apa. Aku langsung masuk kedalam bus itu, dan aku duduk dimana saja, akhirnya gak ada bangku yang kosong, semua terisi oleh 1 orang ada yang 2 orang, terpaksa pagi ini aku harus duduk berdua dengan salah satu dari mereka. Akhirnya, aku memilih duduk dengan anak laki-laki kayaknya dia jutek, tapi masa bodoh lah, yang penting gak duduk sama anak-anak perempuan yang centil-centil itu. Saat aku duduk dia natap aku sebentar lalu berpaling, dia nggak nyapa aku sama sekali, aku lihat dia sedang mendengarkan musik rupanya, lewat earphone berwarna coklat bermerek Sony. Aku sih gak ambil pusing, aku baca aja buku drama ku, ya karena hari ini aku ada tes kemampuan berakting, aku memang mengambil kelas drama, jadi aku harus dapatkan nilai yang memuaskan supaya tante Evi senang.
“Morning, lekas makan sarapan kamu, nanti kamu terlambat, Del.” Kata tante Evi, sambil berdiri dan mengambilkan aku segelas susu.
“Oke, aku udah selesai, aku berangkat sekolah dulu ya,tante.” Kataku dan mencium tangan tante Evi, lalu memberi salam dan aku berangkat. Aku langsung berjalan keluar rumah, ya perlu kalian tau, rumahku udah kayak istana presiden di Indonesia, mungkin lebih malah, makanya untuk sampai ke pintu luar, aku membutuhkan waktu. Belum lagi aku harus melewati taman depan rumahku, aduh, untung saja aku sudah terbiasa dari kecil, kalau tidak aku bisa pingsan nih. Didepan gerbang rumahku sudah ada bus decker berwarna kuning dengan tulisan hitam ‘Galaxy Senior High School’ , ya, itu bus sekolahku, bus tingkat dua yang sering disebut bus decker sama aku, gak tau deh kalo temen-temen ku bilangnya apa. Aku langsung masuk kedalam bus itu, dan aku duduk dimana saja, akhirnya gak ada bangku yang kosong, semua terisi oleh 1 orang ada yang 2 orang, terpaksa pagi ini aku harus duduk berdua dengan salah satu dari mereka. Akhirnya, aku memilih duduk dengan anak laki-laki kayaknya dia jutek, tapi masa bodoh lah, yang penting gak duduk sama anak-anak perempuan yang centil-centil itu. Saat aku duduk dia natap aku sebentar lalu berpaling, dia nggak nyapa aku sama sekali, aku lihat dia sedang mendengarkan musik rupanya, lewat earphone berwarna coklat bermerek Sony. Aku sih gak ambil pusing, aku baca aja buku drama ku, ya karena hari ini aku ada tes kemampuan berakting, aku memang mengambil kelas drama, jadi aku harus dapatkan nilai yang memuaskan supaya tante Evi senang.
@ GalaxySHS
Aku
lari terburu-buru, ya, aku lupa hari ini aku ada janji sama sahabat ku, Amara,
aku janji untuk mengajarinya bermain piano pagi ini, sebelum kelas drama
dimulai. Aku berada dilantai dasar, sedangkan TFF ada dilantai 1, ya kalian
harus tau TFF itu Time For Fun, disitu semua ada, mau kolam renang,lapangan,
ruang musik, internet, wifi, kantin, aula untuk drama juga disitu, pokoknya
semua yang untuk hiburan ada disitu. Saking kencengnya lari aku gak bisa
berhenti mendadak saat berbelok untuk naik lift, dan aku nabrak, aduh aku
nabrak perempuan, dan itu Jesica, senior cheerleaders di Galaxy SHS. Dia sangat
‘Famous’ di Galaxy SHS ini. “Aduh, i’m sorry, i’m really-really sorry,Sist..”
Kataku sambil maap-maap sama Jesica, tapi aneh, aneh banget! Biasanya kalo ada
yang nabrak mau sengaja atau enggak, dia langsung ngehina orang tersebut, tapi
dia sama aku? Malah bantuin beresin buku aku, dia ngasih buku ku setelah
selesai membantu membereskannya, aku malah bengong natap dia, dia tersenyum dan
bilang.
“Hellooo... any body out there?? Hahah..” Tawanya meledak terlihat gigi nya yang rapi, putih cemerlang dan di behel dengan warna hijau muda.
“Eh,, eum.. thank you, Sist, i’m sorry oke?” Kataku sambil mengambil buku dari uluran tangannya yang mulus sekali. Dia senyum lagi, aduh suatu kebanggaan deh ada Senior yang sangat famous nyapa aku dan senyum sama ku.
“No problem, are you Shidelia?” Katanya sambil berdiri, aku pun ikut berdiri, aku mengulurkan tangan, sebenarnya sih ragu untuk ngulurin tangan ke dia, takut dia ngabaikan. Tapi enggak! Dia nyambut tangan aku!
“Yeah, are you Sist Jesica?” Kataku bertanya balik.
“Of course yes! “ Katanya sambil melepaskan jabatan tangannya sama aku. Dia senyum, aku jugalah.
“Eum.. maaf aku harus pergi, aku ada kelas pagi ini, see you next time!” Katanya dan langsung melenggang pergi. Aku diam aja, yaiyalah, orang aku lagi aneh, kenapa dia bisa ngomong B.Indonesia?? masa iya dia orang Indonesia? Ah, udahlah, eh, aku lupa, AMARA!! Aku langsung lari lagi dan naik lift. Akhirnya sampai dilantai 1, aku keruang musik dan pas masuk ada Amara, dia ngeliat aku, aku senyum.
“You come late,Del..” Katanya sambil menekan tuts-tuts piano, oiya, Amara itu asal Indonesia juga, banyak banget loh mahasiswa dan mahasiswi dari Indonesia disini yang pinter-pinter.
“Sorry,Mar..” Kataku sambil duduk disebelahnya, dia senyum.
“Yasudah, mari ajari aku.” Katanya memulai memainkan piano dan aku mengajarinya.
‘It’s time to go to class, first time for all
classes.’“Hellooo... any body out there?? Hahah..” Tawanya meledak terlihat gigi nya yang rapi, putih cemerlang dan di behel dengan warna hijau muda.
“Eh,, eum.. thank you, Sist, i’m sorry oke?” Kataku sambil mengambil buku dari uluran tangannya yang mulus sekali. Dia senyum lagi, aduh suatu kebanggaan deh ada Senior yang sangat famous nyapa aku dan senyum sama ku.
“No problem, are you Shidelia?” Katanya sambil berdiri, aku pun ikut berdiri, aku mengulurkan tangan, sebenarnya sih ragu untuk ngulurin tangan ke dia, takut dia ngabaikan. Tapi enggak! Dia nyambut tangan aku!
“Yeah, are you Sist Jesica?” Kataku bertanya balik.
“Of course yes! “ Katanya sambil melepaskan jabatan tangannya sama aku. Dia senyum, aku jugalah.
“Eum.. maaf aku harus pergi, aku ada kelas pagi ini, see you next time!” Katanya dan langsung melenggang pergi. Aku diam aja, yaiyalah, orang aku lagi aneh, kenapa dia bisa ngomong B.Indonesia?? masa iya dia orang Indonesia? Ah, udahlah, eh, aku lupa, AMARA!! Aku langsung lari lagi dan naik lift. Akhirnya sampai dilantai 1, aku keruang musik dan pas masuk ada Amara, dia ngeliat aku, aku senyum.
“You come late,Del..” Katanya sambil menekan tuts-tuts piano, oiya, Amara itu asal Indonesia juga, banyak banget loh mahasiswa dan mahasiswi dari Indonesia disini yang pinter-pinter.
“Sorry,Mar..” Kataku sambil duduk disebelahnya, dia senyum.
“Yasudah, mari ajari aku.” Katanya memulai memainkan piano dan aku mengajarinya.
Jam pertama udah dimulai, aku cepat-cepat membereskan buku dan berjalan ke aula drama, diikuti sama Amara, ya, dia juga mengambil kelas yang sama denganku. Aku sedikit berlari kecil karena takut Mr. Rony datang duluan dibanding aku, heum.. bisa-bisa aku gak dibolehin untuk mengikuti audisi pemilihan peran dalam drama ‘Snow White’ untuk perlombaan tingkat daerah. Saat aku dekat pintu aku melihat diseberang ada Mr. Rony, aku dan Amara langsung buru- buru masuk kedalam aula yang besarnya aduh, gak kebayang deh. Disana udah ramai, ya gak bisa dibilang ramai sih sebenarnya, karena setiap kelas hanya dibatasi 20 orang, karena kalo kebanyakan murid, itu namanya bukan sekolah ternama kalo di Singapura. Mr. Rony pun datang.
“Good morning, students!” sapanya sambil berjalan keatas panggung, ya, diaula ini memang ada panggungnya.
“Good morning, Sher!” Jawab semuanya serempak.
“Oke, today, give me your act and i will give you cast!” kata Mr.Rony mengumumkan, aku jadi dag-dig-dug jikalau tiba giliranku. Nama demi nama terpanggil satu per satu, semakin lama- semakin dekat giliranku untuk berakting diatas panggung. Nama ku berada pada no. Absen ke 17 ya.. karena insial namaku ‘W’ coba aja insial nama ku ‘A’ pasti bisa-bisa aku pertama. Karena dikelas ku yang berinsial ‘A’ hanya Amara Ravellza Swan. Sedangkan yang lainnya, beragam ada yang berinsial ‘B’ eum,, mungkin di Indonesia menurutku jarang siswa/siswi yang berinsial ‘B’ paling banyak ‘A’ dan ‘M’ ‘S’ mungkin ‘R’ juga. Kalo di kelas drama, menurut ku di sini lebih banyak mahasiswa/siswi yang berinsial ‘B’ seperti Berlin Rovan Anderson, Betty Alendro Alfhatz, Billy Jam Campbell, dll. Juga ada yang berinsial ‘E’ Enderson Mark Terx, Evanando James Woart, Elliana Marrie Jenson, dll. Nama ku juga mirip-mirip nama orang bule ya? Iya, soalnya Tante sengaja memberi nama dengan 3 kata yang nama belakangnya tersangkut marga keluarga ku, dan setau aku, di negara barat, nama yang berada ditengah itu nama Ibu dan yang dibelakang adalah nama daripada Ayah/marga Ayah. Tapi tante Evi gak ngasih tau aku, namaku itu terdiri dari nama ayah dan ibu atau bukan, aku juga gak pernah tanya, kayaknya aku udah nganggep tante Evi itu orang tua ku sendiri, walau tanpa seorang ayah.
“Mrs.Madison.” terdengar lantang suara tersebut memanggil nama ku, semua mata tertuju padaku, oh.. sekarang giliranku rupanya, dengan mengumpulkan segenap keberanian aku menuju keatas panggung dan mengangguk tanda bahwa aku sudah siap untuk di tes kemampuan berakting.
“So.. what do you want to casting?”
“All of cast, especially Snow White!” Kataku bersemangat, Mr.Rony mengangguk lalu terdengar bunyi pintu terbuka, aku pun menoleh kearah pintu tersebut tak terkecuali semua teman-temanku, ku lihat, seorang laki-laki dengan rambut curly, dia masuk dan Mr.Rony berdiri, menyambut anak itu.
“I’m sorry Mr.Rony, i come late.” Katanya meminta maaf sama Mr.Rony.
“It’s okay, it’s okay, i forgive you.” Katanya sambil tersenyum ke laki-laki itu. Lalu Mr.Rony berdiri.
“Okay, Attention please, this is Harry Styles, he’s new here, and Harry, Now introduce yourself.” Kata Mr.Rony, Harry pun mengangguk dan naik keatas panggung.
“Hello,guys! I’m Harry Edward Styles from London, so i’m british. Btw all of you can be friendly with me, i a good friend. I can be your Best friend or more, if you care about me and.. i love peace. Thank’s.” Kata Harry menyudahi perkenalannya, semuanya bertepuk tangan dia tersenyum dan senyumannya disertai lesung pipi. Sepertinya perempuan-perempuan dikelas ku menyukai Harry.
“So, Harry you can be prince in the drama snow white, with one of all students female in this class.” Mr.Rony menjelaskan, Harry terlihat senang karena baru pertama masuk dia langsung dapet peran sebagai pangeran di drama snow white, aku juga kagum sama dia, walau aku gak pernah liat kemampuan beraktingnya.
“So, who first? Who want?” Katanya sambil berdiri menatap anak-anak perempuan satu persatu. :3
“They were all done, only she is !” Kata Mr.Rony menjelaskan, sambil menunjuk diriku, Harry hanya mengangguk. Tapi sejurus kemudian, Harry menatap aku tajam, aduh, aku jadi takut mau akting sama Harry, bener-bener tajam sekali dia natap mataku, seolah dia membenci ku atau apalah, seolah dia pernah dekat denganku lalu membenci ku dan melupakan ku, sejenak ku perhatikan Harry tampak berpikir.
“Okay, are you ready for act with me girl? Ouh, i think, first i asked, what’s your name,girl?” Tanya Harry pada ku sambil tersenyum.
‘Ini orang aneh sekali.’ batinku.
”Of course yes! Eum.. my name’s Shidelia James Madison, call me Delia or Del.”
“Okay, let’s, show acting us to all men.” Kata Harry, aku Cuma mengangguk tanda setuju dan....
Kira-kira gimana ya drama Shidelia sama Harry? apa mereka bakalan jadi pasangan? Tunggu dipart 2 ya guys!!