I'm Taken with Zayn
WRITER WANNABE HERE :)


Jumat, 14 September 2012

Cerita Bermoral – Liam Petinju yang Baik Hati

Enjoy reading and i hope you like it!^^

Pagi yang cerah, sinar matahari telah muncul di depan jendela dengan bingkai jendela berwarna coklat tua dari kayu jati yang terbilang kokoh. Pagi ini cerah, secerah wajah laki-laki yang terlihat senang setiap hari, tapi mungkin,tidak untuk pagi ini._. ya dialah Liam Payne, dia seorang Petinju, ehm.. bukan petinju yang terkenal melainkan dia seorang pemain olahraga tinju yang bermain di salah satu cabang olahraga tinju disekolahnya, tepatnya, kita biasa menyebut kegiatan disekolah dengan sebutan ekskul, ya Liam ikut ekskul tinju sejak duduk di kelas 1 SMA. Sebenarnya, mamanya Liam sama sekali tidak menunjukan dukungannya akan kegiatan yang Liam ikuti disekolah selama 2th ini, namun Ayahnya Liam sangatlah mendukung apa yang Liam hobi kan, seperti Bertinju, dan Bernyanyi. Dan dukungan ayahnya lah yang membuat Liam tetap pada ekskul tersebut, sebenarnya mamanya Liam mau saja mendukung Liam untuk hal itu, namun mamanya Liam hanya tidak ingin melihat Liam, anak kesayangannya (alesan mamanya Liam nyebut kesayangannya ya, karena dia anak satu-satunya. ) babak belur karena, pernah sekitar 1thn yang lalu, saat Liam mengikuti lomba Tinju untuk pertama kalinya, dia kalah dan wajahnya ancur, eh gak ancur-ancur banget sih, Cuma ya, ada bekas tonjokan gitu didaerah wajahnya, terus Liam juga ngalamin patah di jari kelingking yang kiri, saat itu juga mama Liam mulai ngelarang Liam untuk ngikutin ekskul itu lebih lanjut. Tapi ternyata Liam secara diam-diam terus ngikutin ekskul itu tanpa sepengetahuan mamanya. Kalo-kalo pas dia butuh dana untuk bayaran yang cukup mahal, maka dia bakalan minta bantuan sama Ayahnya, oiya jadi Ayahnya Liam itu tetep ngedukung Liam dengan aksi tinjunya^^ makanya Liam berani ikut ekskul itu lebih lanjut, selain dia hobi tinju, dia juga dapet dukungan dari Ayahnya, walaupun Mamanya bersikeras ngelarang.


LIAM POV

Hari sudah pagi, matahari telah memunculkan sinarnya dan menembus jendela kamar ku. Pagi ini, rasanya aku terlalu lelah, gara-gara semalam sampai larut malam aku mengerjakan tugas presentasi, rasanya mataku tak bisa diajak kompromi, begitu juga dengan tubuhku yang masih terkulai lemas diatas kasur, aku rasa aku tidak dapat mengikuti pelajaran hari ini di sekolah, aku harus ijin sama Mom dulu, tapi tubuhku kembali lemas dan aku masih saja terkapar diatas springbed hitam dengan motif bola juventus, badanku enggan beranjak dari kasur, yasudah mau tak mau,aku harus sabar menunggu my Mom mengahmpiriku dan melihat kondisiku dikamar. *sabar ya bebep Liam* *ditimpuk sendok*.
“Where liam? why he had not yet ready to go to school? whether he was sick?” Tanya Ayah kepada Mom yang sedang membawakan nampan yang berisi roti panggang dengan paduan selai mocca dan kacang, serta 3 cangkir kopi susu.
“I don t know, maybe he was sick, i will look it up in the room.” Jawab Mom, dan dia menaruh nampan lalu bergegas menaiki tangga ke lantai 2,untuk melihat keadaan ku. Dady hanya mengangguk memberi tanda setuju sambil menyeruput kopi susu yang masih panas._. akan apa yang ingin dilakukan mom.*awas daddy nya Liam ntar mulutnya monyong minum kopi panas-_-V* . Terdengar suara derap kaki diatas lantai kayu-kayu rumah ku,ya, rumah ku memang di desain dengan tema serba kayu jati, diantara tetangga2 ku rumah ku lah yang paling mencolok karena model bangunannya. Lalu, makin lama derap kaki tersebut makin mendekat, aku berpikir bahwa itu kucingku, tapi aku merasa itu bukan kucing, dan aku berpikir lagi bahwa itu dad, “Dad, is that you?” lalu, derap kaki itu tidak terdengar lagi, perasaanku semakin aneh, dan tiba-tiba seperti ada suara derap kaki yang terburu-buru atau bisa dibilang berlari dan ‘CKLEK!’ Sukses suara pintu kamarku terbuka dan membuat jantungku melompat! Aku kaget setengah mati._. ternyata itu Mom.


“Oh my god i think you kidnappers, mom. I’m sorry.” Kataku meminta maaf sama mom, karena aku pikir dia seorang penculik yang akan menyakiti ku ._. tapi mom malah menghela nafas, seperti nafas kelegaan.


“Noproblem,honey, I just saw your condition, are you alright?” Tanya mom, seraya menghampiriku dan memegang dahi ku, dia mengelus rambutku lembut, dan memegang tanganku sambil tersenyum.


“Don’t worry about me, mom, i just tired, i need more sleep.” Kataku, sambil memegang tangan mom, dan tersenyum. Mom hanya mengangguk dan menyelimutiku, dia mengecup keningku sambil berkata.


“Make yourself comfortable, beb.” Dan dia pergi keluar kamarku, dan menutup pintu.


“Yeah,mom.” Jawabku dan langsung membenamkan kepalaku kedalam selimut begitu juga seluruh tubuhku, dan dalam sekejap, aku terlelap.


“Whether liam all right?” tanya dad ketika mom turun dari kamarku dan duduk didepan dad yang sedang membaca koran. Mom menyeruput kopi susu yang tadi dia buat, yang sudah tidak panas lagi.


“Yeah, Liam just tired and need more sleep. He said don’t worry about him.” Kata mom dan mulai memakan roti panggang yang sudah mulai dingin, karena gak dimakan beberapa menit yang lalu. –“-
Aku terbangun dan kubuka selimut yang menyelimuti tubuhku lembut dan hangat, aku lirik jam di meja belajarku, jam menunjukan sekitar pukul 2 siang, aku sudah merasa lebih baik dan aku putuskan untuk kebawah, menemui mom, untuk memberi tahunya bahwa aku baik-baik saja, aku tak mau membuat dia khawatir.


“Mom, i wake up, look at me, i’m fine.” Kataku seraya memeluk mom dari belakang, dia berbalik dan tersenyum menatapku.


“Good, sounds great,Liam.” Mom merapikan rambutku dan mengelap wajahku dengan tisu lembut, lalu menarik tanganku, dia mengajakku ke ruang tamu aku tidak tau ada apa sebenarnya, aku hanya diam. Sampai diruang tamu, ternyata ada 2 orang wanita, yang 1 sebaya dengan mom, dan yang 1 lagi, sepertinya sebaya denganku, rambut wanita yang sebaya denganku berwarna hitam pekat, dan kulit sawo matangnya membuatnya terlihat lebih manis, dia juga tersenyum kearahku, dan senyumnya disertai lesung pipi, yang membuat senyumannya terlihat ‘perfect’ aku tersenyum juga kearah nya.


“Ini dia, anakku, namanya Liam, gimana? Ganteng kan Vanya?” kata mom mengenalkan ku ke wanita perfect itu, aku hanya bergumam ‘’mooommm!!’’ wanita itu ternyata namanya Vanya, dan aku bersalaman dengan Tante rini “Eh,Liam udah besar ya, masih ikut tinju? Kalo masih si Vanya juga mau tuh, katanya dia mau ngerasain tinju itu kayak apa.” Kata mamanya Vanya, aku hanya tersenyum, lalu giliran Vanya menjabat tanganku, aduh degdeg an nih._. “Liam..” Kataku dan dia balas “Vanya.” Lalu Vanya duduk manis,aku pun juga duduk manis._. kami ngobrol-ngbrol sampe akhirnya mom dan tante rini, ninggalin aku sama Vanya berdua doang, alesannya mereka mau masak kue. Aku mencoba membuka topik pembicaraan, tapi aku putusin untuk ngajak dia kekolam renang dibelakang rumahku. “Vanya..”


“Iya?”


“Ke kolam renang yuk dibelakang,mau?”


“Oke,”


Aku menggandeng tangannya, beberapa menit, sekitar 30 menit, aku sudah akrab dengan Vanya, dia ternyata wanita yang asik dan gampang bergaul, katanya, dia mau pindah ke sini dan jadi tetangga ku, dia juga daftar disekolah yang sama denganku, aku senang mendengarnya, terlebih dia mau ikut ekskul tinju dan dia minta aku yang ngajarin dia, karena aku kan udah jadi senior disana. Dan kabar terbaiknya, mom udah ngijinin aku untuk lanjut ekskul tinju.


Gak kerasa banget udah 4 bulan aku sahabatan sama Vanya, mom sama tante rini juga tambah akrab karena satu kantor. Hari ini aku ada latihan Tinju, Vanya hari ini ikut dan dia bakalan jadi anak baru, karena kemarin2 latihan tinju diliburin untuk sementara dan sekarang udah dimulai lagi.


“Liam,kira-kira aku bisa gak ya?” tiba-tiba vanya nanya gitu ke aku, aku bingung._.


“Bisa apa Vanya?”


“Ya, itu latihan, aku takut seniornya temen kamu galak nanti,” Kata Vanya khawatir,
Aku tersenyum dan ngerangkul vanya,

“Take it easy baby..”


“Kamu manggil aku beb?” Tanya vanya, sambil menghentikan langkahnya dan menatap aku lekat. :3

“Iya.. sayang..” eh aku kelepasan..



Author POV

Biar aku jelasin ya ;) jadi selama beberapa bulan bersahabat dekat dengan Vanya, si Liam mulai menyukai Vanya, karena suatu kejadian yg mereka alamin, yaitu pas liam lagi upacara disekolah, liam gak sarapan dan gak makan dari semalem, eh liam pingsan, pas itu Vanya bawa Liam ke UKS dan nemenin liam disana. Ternyata Liam gak sadarkan diri sampe bel pulang sekolah berbunyi. Vanya panik dan menelpon mamanya, dan liam pun dibawa kerumah sakit. Kata dokter ginjal liam yang satu gak berfungsi, gara-gara liam sering kecapean ._. jadi ginjalnya harus dipotong agar gak mempengaruhi kondisinya, tapi liam harus dijaga penuh tentang kondisinya setelah pemotongan ginjal. Vanya hanya bisa menangis. Setelah liam dioperasi, Vanya menunggui liam dirumah sakit seminggu lebih, dia rela ketinggalan pelajaran demi Liam. Mamanya Vanya juga ngijinin vanya untuk nemenin liam. Liam kagum banget sama vanya, padahal liam berusaha bikin vanya marah kayak misalnya, liam gak mau makan, liam mecahin gelas, liam ngeberantakin barang-barang di kamar rumah sakit itu, supaya Vanya kesel dan pulang, karena liam gak mau ngerepotin vanya. Tapi vanya tau maksud liam dan dia berusaha untuk sabar dan gak nyerah sampe liam sembuh vanya tetep stay beside liam ;). Disitulah perasaan liam mulai berkembang, perasaan cintanya sama Vanya mulai tumbuh, rasa sayangnya sama Vanya semakin lebih.. lebih.. Sepertinya vanya juga punya rasa yang sama. Tapi mereka belm pernah saling mengucap cinta. Mereka hanya menjalani persahabatan.



LIAM POV

Aduh.. kelepasan aku bilang sayang, kataku dalam hati sambil membekap mulutku. Vanya menatapku heran dan langsung berjalan meninggalkan ku, aku bingung. Apa dia marah aku panggil sayang? Lalu aku buru-buru menyusulnya. Aku menarik tangannya dan dia menoleh.


“Kamu marah?”


“....”


“Jawab dong Vanya??” Kataku semakin tak sabaran..


“Aku...”


“Aku? apa vanya? Apa maksud kamu?”


“Aku seneng malahan kamu panggil sayang..” Kata vanya dengan polosnya, ya ampun.. aku kira dia marah._.


“Hahahaha..” tawaku meledak._.


“Kok malah ketawa Liam._.?”


“Gak, udah yuk ke tempat latihan ntar kita terlambat lagi ;)”


“Oke, lets go ”


Kami latihan bareng temen-temen ku, Harry,Zayn,Louis,Niall dll.. gak nyangka si Vanya cepet banget akrab sama senior disini ^^ aku seneng kalo dia seneng. Aku ngajarin semua gerakan yang aku tau ke Vanya dan dia cepet tanggap, dia bilang aku baik hati :D . Saat sedang break time_
Tiba-tiba Zayn menghampiriku..


“Liam, Vanya pacar kamu?”


aku berpikir sebentar dan geleng, zayn nampak bingung, mungkin karena dia liat keakraban aku sama vanya kayak pacaran kali ya ._.


“Dia sahabatku.. aku mencintainya zayn..”


“Kenapa gak nembak?”


“Aku gak tau.. harus gimana?”


“Vanya juga mencintai kamu..” Kata Zayn sambil natap aku.


“Kata siapa?” Tanyaku terkejut!


“Liat aja nih!” Kata zayn mengulurkan sebuah buku berwarna putih dan sampulnya ditempel foto aku dan vanya yg lai dimenara eiffel liburan kemarin. setelah meberikan itu Zayn bilang dia mau pulang, karena latihan telah usai.Lalu, Aku buka buku itu dan ternyata itu berisi tentang kisah Vanya, benar saja dia mencintaiku.


“Kamu nemuin itu dimana,Liam?” Kata vanya yg tiba-tiba duduk disampingku, aku kira dia akan marah jika aku membaca seluruh isinya, tapi, dia tidak menampakan ekspresi marah. Melainkan dia menampakkan ekspresi wajah datar saja. Dia tersenyum,


“Jadi kamu udah tau semuanya?” tanyanya padaku, aku hanya ngangguk.


“maafin aku liam, aku salah ya cinta sama kamu? Aku juga tadinya gak bakalan mau kamu tau, tapi buku itu hilang dan pas aku tadi nyari, tau-tau kamu lagi baca isinya, aku kiira kamu yg ambil, ternyata zayn yg nemuin buku itu..” Kata Vanya menyesal,


“Vanya, kamu harus tau yaa.. beberapa bulan yg lalu, aku jatuh cinta sama kamu, tapi aku kira kamu tak mencintaiku, kamu hanya menganggap aku sahabat, tapi nyatanya, kita punya perasaan yg sama, so.. would you be my girlfriend?” Kataku langsung to the pint setelah selesai menjelaskan. Vanya hanya diam, aku degdeg an menanti jawabannya..


Tiba-tiba dia melompat dan memelukku,

“Of course, my baby Liam..” Kata vanya sambil memelukku erat..

“Thanks my angel.. mwaah” Kataku mengecup kening Vanya.


Lalu kami memutuskan untuk pulang, aku mampir kerumah Vanya, aku disuruh tante rini kekamrnya Vanya._. pas aku masuk, ada tulisan gede kayak poster dan gambarnya aku sama vanya dan disebelahnya ada tulisan “Liam itu petinju yang baik hati.” Aku speechless.. aku mematung, vanya memelukku dari belakang.


“Aku udah punya poster itu dari pertama kita ngejalanin hubungan sahabat saat pulang dari pantai.. kamu inget?”


aku tersenyum dan ngejawab.

“Aku inget.. baby..”


Kami saling pelukan..


-THE END-




Pesan moral yang dapat diambil dari cerita diatas :

1). Belajarlah untuk berbuat baik kepada semua orang . Manfaatkan pula ilmu yang kita miliki untuk berbuat kebaikan dan berguna untuk orang banyak. Sebab, dengan berbuat hal yang baik, kita kan menuai hasil yang baik pula.

2). Kejujuran akan mendatangkan kebaikan.


Maaf ya ceritanya kurang bagus. Terus kalo ada pengetikan kata yang salah, dimaafin ya authornya ;)
Give me your comment!
Salam manis Dari author Biliam ( ) ;) xx

Cerita bermoral- “Zayn,Putri & Cermin ajaib"


          Suatu hari, ada seorang pemuda bernama Zayn Malik, dia seorang muslim, and he’s proud of it. Sudah lama, Zayn nggak pernah mendapatkan apa yang dia mau, dia selalu gagal, padahal sahabatnya banyak, dan selalu ngedukung dia untuk terus mencoba, Zayn dikenal sebagai anak yang mudah putus asa sama sahabatnya, jika dia menginginkan sesuatu, lalu mencobanya dan gagal, dia tidak akan mau mencoba hal itu lagi. Meskipun sudah dibujuk berkali-kali untuk mencoba dan jangan putus asa sama sahabat-sahabatnya, dia tetap keras kepala, dan kukuh gak mau mencoba untuk kedua kalinya kalo udah gagal. Seakan dimotto hidupnya Zayn itu “No second chance.” gitu, jadi Cuma ada “Just once try.” . Oke, biar gampang kita sebut aja sahabat-sahabatnya Zayn itu ‘The Boys’ ya ;). Karena memang isinya laki-laki ya, ada 4 dan selalu setia sahabatan sama Zayn, tapi anehnya Zayn gapernah nurut sama kata-kata baik yang The boys bilang buat kebaikannya Zayn. Pernah suatu kali atau sebut aja kesekian kali Zayn gagal uji tes Matematika untuk masuk universitas termahal dan modalnya harus bisa B.Inggris dan Matematika, awalnya Zayn tau kalo dia gak akan berhasil uji tes kemampuan Matematika nya, kan nilainya selalu jelek disekolah dulu ._. Tapi berkat sahabat Zayn, bernama Liam, Zayn mulai luluh, terus didukung sama Louis,Niall, Harry jug ;). Bisa dibilang yang paling bisa meluluhkan hatinya Zayn itu kalo lagi keras kepala atau gak percaya diri ya, cuma Liam dan the boys yang lain tinggal memberi support. Saat tes matematika mau dimulai Zayn udah mulai pucet pasi, tapi tangannya dipegang erat sama Liam dikanan dan Niall disebelah kiri ._. ( udah kayak pengantin yak -_-V ). Pas mau giliran Zayn eh dia malah pengen pulang, dia merengek kayak anak kecil, sambil tampang wajah melas biar dia dobolehin pulang sama The Boys, tapi mereka ngelarang, Zayn gak mau dia gagal sendiri, mendingan sampai disini aja gagalnya kata Zayn, soalnya The boys yang lain udah tes dan Zayn yakin kalo dia akan gagal sendiri, dia tau the boys yang lain itu jago matematika. Tapi ngomong soal pelajaran b.inggris, yang jelas Zayn jagonya B-) ,anehnya, Zayn gapernah bangga sama kelebihannya L .  Pas udah pembagian hasil tes tadi, Zayn kembali pucat, padahal pas habis tes dia agak santai, sekarang tampangnya mulai gak nyelo lagi -_-V yang lain udah dapet, pas nama Zayn dipanggil buat ngambil hasil tes, eh dia malah bengong, udah diulang sampe 3x namanya Zayn dipanggil, tetep aja dia bergeming ._. akhirnya Harry lari buat wakilin Zayn ;) Good boy Harreh. Pas Theboys udah pada dapet amplopnya (bukan duit ya isinya :p) Zayn megangin sambil gemeteran tangannya (Tenang Zayn ada aku kok :p ) WOY AUTHOR MAUNYYEE!! :D . “Gue gayakin,, gue lulus, guys.” Kata Niall, tiba-tiba Zayn nengok dan tersenyum “Mee too,Boys.” Kata Zayn lalu menunduk, Liam dan Harry ngerangkul Zayn dan Louis didepan Zayn sambil jongkok dan megangin tangan Zayn. (Bayangin kalo kalian jadi Zayn :3 ) . “Tenang, kita selalu ada disamping lo Zayn, buat dukung lo.. Never say never zayn and be the best.” Terdengar itu sih suara Louis, ‘tumben bijak, biasanya lawak mulu ni anak’ dalem hati Harry berbicara gitu J . Tiba-tiba Zayn ngelepasin rangkulan Liam dan Harry dengan Kasar, dan dia berdiri diantara the boys ._. “Lo semua gampang,ya!! Bilang gue bakalan berhasillah, inilah, itulah, lo semua enak, lo semua bisa dapetin apa yang lo mau! Lo semua pinter, gue apa?? Apa kelebihan gue? Cuma B.inggris? Gak ada gunanya, b.inggris itu emang udah bahasa sehari-hari.. Kalian gak ngerti gue..” dan penjelasan super duper panjang dari Zayn, tiba-tiba berakhir dengan nada rendah dan Zayn mulai kesulitan napas, gara-gara ngomong gak berenti dulu kali yak -_- . Liam dan Niall langsung dudukin Zayn lagi, mereka semua diem-dieman, sampe Niall angkat bicara, keliatannya Niall paling gak bisa ngadepin moment awkward saat sama The boys ;) . “Zayn, trust me.. we always support you, whenever Zayn, no matter, We still beside you, Z.. “ Belom slesai Niall bicara Zayn udah unjuk bicara lagi, kayak gasabaran, “Hahaha,, OKE, LO SEMUA DUKUNG GUE?? “ Nada bicara Zayn tinggi banget, authornya aja sampe ketautan, :p . Mereka semua cuam ngangguk, “Gue Cuma mau tau, kalian dukung gue sampe mana! Kalian ada disamping gue sampe kapan..” Kata Zayn, dan Niall tiba-tiba bergumam kecil, tapi suaranya menggema karena diaula tempat tes itu udah sepi tinggal The boys doang ._. “Whenever..” Zayn reflek nengok kearah Niall yang jongkok dilantai sambil megang erat amplop yang daritadi belom dibuka gara-gara nungguin Zayn. “WHAT? I’m not missheard?? “ Tanya Zayn, dan kini Harry unjuk bicara “No,Zayn, Trust me.” Dan lagi-lagi Zayn ketawa, “HAHAHAHA.. gue pegang omongan lo, tapi apa lo semua masih ada buat gue kalo-kalo gue gagal tes sedangkan kalian masuk universitas ini?? Apa kalian relain batal masuk sini, Cuma buat dampingin gue??” Dan pertanyaan Zayn itu sukses ngebuat The boys berpikir. ‘Bener juga ya,aduh jadi bingung..’ dalem hati Louis. ‘Itu jelas gabisa dipilih, dua2nya ibarat berlian.’ Dalem hati Liam, ‘Zayn apaan sih yg lo pikirin, semua ini bikin gue laper.. kenandos kek, eh jangan deh tar gue malah bikin Zayn tambah marah besar!!’ dalem hati Niall hihi ;) ,sedangkan dalem hati Harry cuma ‘Mama, bawa gue pulang gue gakuat inii.. mau pipiss..’ begitulah pikiran the boys.
“Kenapa gak ada yang jawab??” Kata Zayn dengan natap tajam satu per satu mata the boys yang lagi nunduk, Cuma Niall yang gak nunduk tapi dia ngeliatin Zayn dengan tatapan memelas supaya Zayn buka amplopnya sekarang bareng the boys, wah pasti Niall lagi moment tampang cute tuh ;) . “Mendingan buka sekarang amplopnya, kita liat hasilnya, trus buat keputusan..” Kata Harry, aduh Harreh sekali lagi,Good boy^^. Akhirnya, mereka buka amplop dan.. tau gak?? Oiya pasti gatau ya? *Author koplak :P* “Horeee.. luluss!!” Semua bilang gitu,, kecuali,,,, udah taukan? Yap Zayn, dia hanya diam menatap amplop didepannya, dia menangis tanpa suara, ya ampun, don’t cry my badboy ;) . Spontan the boys langsung menutup mulut, ya mereka tau ini bukan saat yang tepat buat senang disaat sahabat kita sedih ;). “Zayn..” Kata Harry memegang pundak Zayn, tapi dia malah berjalan pergi meninggalkan The boys, “Let me go.. i’m failed..” Kata Zayn sambil mengusap airmatanya :’( .”Wait,Zayn,, pleasee jangan pergi duluu,, “ Kata Niall sambil meluk Zayn dari belakang, ya Niall itu orang kedua yang biasanya udah kayak adiknya Zayn, dan tanpa disadari Niall nangis, aduh my baby don’t cry, i’m here for you ;) *Ditimpuk directioners* Zayn langsung muter badan dan nyambut pelukan Niall,dan ngelepasin dan pergi dan.. mereka semua sedih! “Kenapa sih gue mesti selalu dan selalu gagal!!!” kata Zayn dan menendang kaleng minuman bekas dia minum, dan Tuk!! Berbunyi seperti terkena kepala seseorang, “Hey.. siapa tuh! Aduh sakit nih!” terdengar suara dan Zayn menghampiri arah sumbernya, ternyata seorang perempuan dengan mini dress warna abu-abu dan sendal warna putih, rambut wavy hitamnya terurai, matanya biru muda!
Zayn hanya terdiam saat bertatapan dengan perempuan itu. “Kamu yang ngelempar?” Katanya sambil menghampiri Zayn, “Gak sengaja..” Kata Zayn masih menatap lurus perempuan itu. “Noprob, Putri.” Katanya sambil mengulurkan tangan, “Zayn..” menyambut tangan perempuan yang namanya Putri, dan mereka duduk ditepi sungai :3 “Kamu pasti ada masalah sama, the boys..” Zayn kaget denger tebakan putri, dia terkejut, Putri tersenyum. ;) “Aku udah tau semuanya.. sebenernya kalo diterawang atau dibayangin jadi kamu, susah juga sih, tapi aku yakin.. sebenernya kamu itu, calon orang sukses.” Zayn tetep diem ._. “The boys itu baik sama kamu, mereka sayang banget, aku bisa liat semua itu. Kamu harusnya jangan sia-sia in persahabatan kamu sama the boys, kamu beruntung disaat hidup kamu selalu gagal, ada yang nemenin kamu, gak kayak aku..” dan tiba-tiba Zayn menangis, tapi tetep gak ngomong apa-apa. Putri negok dan memeluk Zayn, pelukannya hangat banget, tanganya ngusap punggung Zayn, “Thank’s udah bikin aku sadar, udah buat aku bisa mensykuri semuanya, love you..” Kata Zayn, dan memeluk erat Putri, “Love you too..” Jawab Putri :3 “Ekhem..” terdengar suara yang Zayn hafal betul dari logatnya.. NIALL!! . Zayn negok dan bilang “I know it,” Kata Zayn tersenyum dan the boys bilang serempak “I LOVE ZAYN AND ALWAYS SUPPORT AND TOGETHER FOREVER!!” Dan semua meluk Zayn ;).
          Suatu hari Zayn natap kekaca, dan ngomong sama kaca ._. “Gue kurang apa ya? Perasaan gue gagal mulu? Oke gue harus bangkit, gue mesti coba yang kali ini..” dan Zayn pergi untuk melakukan hal yang itu.. yaitu nembak Putri. *SKIP* “Kamu serius? Aku ada syarat, dan syarat itu bisa bikin kajaiban yang buat kamu bangkit Zayn.. “ “Apa? Apapun buat kamu aku lakuin aku mau buktiin kalo aku bukan Zayn yang dulu,Put..” akhirnya Zayn disuruh mengambil sebuah cermin yang ada didalem batu yang beratnya 100 kg, kalo batunya dipecah ada sebuah cermin di dalamnya, dan cermin itu, cermin ajaib, tapi kunci untuk mendapatkan cermin itu adalah sabar, pantang menyerah, dan bekerja keras. Akhirnya Zayn dapet dukungan dari the boys, dan sebelum Zayn pergi Putri peluk Zayn sambil berbisik “There’s nothing impossible,Zayn, trust me, You must be successfull,Love you.” Mereka semua semangat banget dukung Zayn, mereka seneng Zayn jadi agak PD sekarang Zayn juga seneng banyak yang ngedukung, author juga ngedukung Zayn ;). Pas sampe disungai tempat batu itu,Zayn ambil palu yang gede bener, dan kayak tusukan gitu ._. author gatau nama alat itu apa,,
-_-V Dipertengahan, batunya belum bisa juga dipecah ._. kasiaan :p . Zayn udah mau putus asa, tapi dia inget dukungan the boys dan Putri juga :’) setelah 12jam, mecahin batu akhirnya bisa juga ;) walaupun capek tapi Zayn puas,ada the boys dan Putri dateng mereka semua pelukan,karena berhasil,tiba-tiba cermin itu bersinar terang bangettt.. dan kayak mimpi, tiba-tiba Zayn ada ditengah-tengah panggung bareng the boys dan beribu-ribu penonton ada didepan mereka berteriak “One direction..” terus “Zaynnn.” Banyak poster dimana-mana bergambar mereka dan bertuliskan
“1 Direction” Zayn tersenyum dan melihat ada Putri duduk dibangku VIP sambil tersenyum dan mengacungkan jempol. “Ternyata bener kata putri, Cermin itu ajaib, thank’s God, you give me someone like an angel in my life ;)”

Pesan moral yang dapat diambil dari cerita diatas :
1). Usaha yang keras akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Sebab, sebuah keberhasilan membutuhkan pengorbanan.
2).
There’s nothing impossible in this world if we want to do it. ;) xx

Jelek ya?? Ini cerita bermoral yang pertama ._. please i need your comment guys! ;) xx
Salam manis Dari author Biliam ( @nabilla541 ) ;)xx {}
I'm Taken with Zayn